Tinjau Banjir Di Madina, Gubsu Tawarkan Solusi Relokasi Bangunan

| Selasa, 13 November 2018 | 23.32 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Gubernur Sumut, Edi Rahmayadi saat mengunjungi SMAN-2 Plus, SMAN-3, SMPN-6 dan SLB di Panyabungan, Madina pada Selasa (13/11/2018),foto: apakabar/joel
Mediaapakabar.com-Relokasi merupakan salah satu solusi alternatif dalam menghindari bencana serupa, yakni banjir berulang pada masa mendatang. 


Hal itu disampaikan Gubernur Sumut, Edi Rahmayadi saat mengunjungi SMAN-2 Plus, SMAN-3, SMPN-6 dan SLB di Panyabungan, Madina pada Selasa (13/11/2018).  Dalam kunjungan tersebut Gubernur Edy Rahmayadi didampingi istri Nawal Lubis, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, OPD Pemprov Sumut dan Pemkab Madina.

SMAN 2 Plus adalah lokasi pertama yang dikunjungi Gubernur dan rombongan. Sisa banjir masih jelas terlihat. Selain separuh badan jalan yang tergerus arus sungai, batang kayu dan lumpur juga masih terlihat di sekitar sekolah.

“Bagaimana ini, plafonnya kok rendah sekali. Dan gedungnya menurut saya juga sudah tidak layak lagi untuk digunakan,” tanya Gubernur kepada Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution.

Gubernur pun menawarkan agar SMAN 2 Plus dan beberapa sekolah lainnya direlokasi ke tempat yang lebih aman. Karena, siswa yang belajar di sekolah tersebut, selalu terancam akibat banjir.

Menurut Edy, pembangunan benteng di sepanjang pinggir sungai bisa juga menjadi solusi alternatif lainnya untuk mengantisipasi banjir. Namun, kalau pun gedung tersebut tidak direlokasi, akan tetap saja harus direnovasi, karena gedung sekolah yang ditempati sejak 2010 itu sudah tidak layak untuk tempat belajar.

“Jadi tolong nanti Pak Bupati hitung, kalau memang biaya pembangunan gedung dan benteng lebih besar dari relokasi, yang lebih baik kita relokasi saja,” ujar Edy.

Sementara itu, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, biaya untuk relokasi terlalu mahal. Karena selain SMAN 2 Plus, di lokasi tersebut juga ada SMAN 3, SMPN 6, SDN, SLB dan STAIN. Karena itu, menurut Bupati, pembangunan benteng di sepanjang tepi sungai juga dapat menjadi solusi alternatif untuk melindungi sekolah dari banjir, karena biayanya lebih murah.

Dalam peninjauan itu, Gubernur juga menyerahkan tali asih kepada para siswa korban banjir. Juga kepada keluarga korban meninggal akibat banjir dan longsor di Madina.

Usai meinjau sekolah di komplek STAIN, rombongan Gubernur meninjau gedung sekolah SDN 127 di Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur Madina. Gedung sekolah di atas tebing terancam rubuh, karena tebing dibawahnya longsor.


Di hari yang sama, Gubernur dan rombongan meninjau ruas jalan lintas timur Sumatera (Jalinsum) di Kota Nopan, yang sempat terputus akibat tergerus banjir. Gubernur berharap agar jalan tersebut segera dibangun kembali agar lalulintas di Jalinsum  kembali normal. (**/joel)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI