Terungkap Detik-detik Levie Prisilia Dibantai Pelaku Saat Ritual Pengasih Dalam Mobil

| Minggu, 25 November 2018 | 08.27 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Levie Prissilia
Mediaapakabar.com - Polisi berhasil mengungkap detik-detik pembunuhan Levie Prisilia di Jalan A Yani Km 11,800 Aston Banua Perumahan Royal Woodpark, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Jumat (23/11/2018).

Levie Prisila dihabisi seorang pria bernama Herman yang mengaku sebagai paranormal. Levie dibunuh saat melakukan ritual pengasih di dalam mobilnya. Ia melakukan ritual agar suaminya tetap lengket dan berhasil dalam bisnis.
Sopir korban, Agus dan Mila (istri Agus), baru mengetahui bahwa sang majikan menjadi korban pembunuhan sadis pada 10.00 Wita.
Simpang siur kabar ada motif asmara dalam kasus ini ditepis oleh Mila. Menurutnya, hubungan almarhum dengan suami keduanya sangat harmonis.
Memang sebutnya beberapa minggu belakangan, sang suami sedang ada tugas dan bekerja di Palembang. Namun, suami Levie, sebut Mila, tak sekali ini saja berangkat jauh.
“Hubungan mereka sangat harmonis. Mungkin apa yang dilakukan majikan saya ini karena takut kehilangan suami atau karena mendengar kabar-kabar dari orang lain,” katanya dikutip dari Radar Banjarmasin, Minggu (25/11).
Berbekal informasi ini, akhirnya hanya 15 jam, waktu yang diperlukan petugas gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Unit Ranmor Polda, Tekap Polres Banjar untuk membekuk Herman alias Ebon, 25, di kediamannya di Sungai Lulut, Jalan Martapura Lama RT 7, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (24/11) dini hari.
Kepada wartawan, Herman mengungkapkan alasannya menghabisi nyawa Levie. Dia tersinggung dengan ucapan korban yang meremehkannya.
Bahkan, terang Herman, rambutnya sempat dijambak oleh korban ketika berada di dalam mobil sebelum tragedi itu terjadi. “Saya tersinggung, dan marah. Dia langsung memukul saya,” tutur Herman.
Levie Prissilia
Levie Prissilia
Perkenalan Herman dengan Levie sendiri baru sekitar dua bulan lalu, melalui perantara seseorang yang mengaku sebagai habib. Habib tersebut menyebut Herman sebagai anak angkatnya.
Ironisnya, pada saat yang sama Herman masih berada di Lapas Teluk Dalam, menjalani vonis tujuh bulan karena kasus sajam dan pencurian. Ia kemudian bebas dua hari sebelum kejadian.
Levie yang menginginkan selalu disayang suami dan lancar bisnis, menghubungi Herman. Mereka pun bertemu pada Kamis (22/11) sore untuk merencanakan ritual.
Korban juga memberi uang sebesar Rp 300 ribu untuk membeli perlengkapannya di Pasar Kuripan Banjarmasin.
Mulanya kesepakatan digelar ritual pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wita. Namun, karena sesuatu hal, proses ritual baru bisa dilakukan pada pukul 24.00 Wita.
Levie Prissilia
Levie Prissilia tergorok di dalam mobil

Awalnya, direncanakan di Hotel Aston. Karena full booking, rencana itu pun kembali tertunda.
Jelang dini hari, korban turun dari rumahnya untuk mendatangi pelaku di depan Hotel Aston, persis di counter ATM. Proses ritual pun disepakati dilakukan di dalam mobil tak jauh dari pintu masuk Hotel Aston, tepatnya di pinggir Jln A Yani Km 11,800.
Ritual pun dilakukan. Pelaku menggunting tapih bahalai dengan membuat lubang sebesar kepala dan memasangkannya. Bagian lain sarung itu diikat ke kepala korban.
Tampak ragu dengan ritual yang tidak biasa, korban komplain dan terjadi cekcok mulut. Pelaku mendorong pipi kanan dan dibalas oleh korban dengan menarik rambut pelaku.
“Korban seakan ragu dan malah marah dengan saya. Saya pun langsung emosi. Gunting yang digunakan untuk memotong kain saya tusukkan ke perut. Entah berapa kali,” aku Herman.
Herman mengaku, setelah menusuk perut korban, potongan kain yang sudah dipasangkan ke kepala korban sebagai peralatan ritual dia tarik ke bawah hingga leher Levie berbunyi menandakan seperti patah.
Tak puas, Herman juga menikam leher korban dengan gunting hingga Levie tak berdaya. “Dia (korban) emosi dalam mobil karena menunggu proses ritual lama. Saya juga kesal, kenapa dia menelpon saya kalau tak percaya,” tutur Herman.
Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, saat konferensi pers di Polsek Gambut, Sabtu (24/11) pagi menyebut, modus pembunuhan ini bermula ketika Herman yang mengaku sebagai paranormal bisa menolong Levie, yang awalnya memiliki hajat agar Aryadi (sang suami, red) lebih lengket dan memenuhi segala permintaannya.
“Tetapi ucapan korban membuat pelaku marah dan menusuk korban dengan menggunakan gunting dan menjerat leher korban menggunakan kain,” ujar Takdir.
Usai membunuh korban, pelaku juga mengambil semua barang berharga, termasuk cincin emas di jari korban, lalu melarikan diri. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI