Sebelum Kecelakaan Tragis Lion Air, Boeing 737 Max-8 Ternyata Sudah Bermasalah

| Senin, 26 November 2018 | 10.02 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Boeing 737 Max-8. Foto: Reuters
Mediaapakabar.com - Pesawat Boeing 737 MAX-8 ternyata sudah memiliki masalah sebelum pesawat dan dioperasikan Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu.

Saat melakukan uji terbang, sejumlah pilot Boeing 737 MAX-8 menemukan masalah yang membuat pesawat sulit untuk ditangani ketika kecepatannya turun ke titik yang memicu bahaya kegagalan aerodinamis, dan hilangnya kontrol yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Hal ini ungkapkan oleh Aviation Week dalam laporannya, dikutip dari Antara, Minggu (25/11).

Berdasar laporan tersebut, Boeing memperkenalkan sistem baru untuk kontrol penerbangan yang disebut Manuevering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Kontrol baru inilah yang saat ini menjadi pusat penyelidikan kecelakaan Lion AIr JT 610 yang menewaskan 189 penumpangnya.

Seorang pilot dengan pengalaman 200 jam terbang dengans MAX-8 mengaku tak tahu jika ada penambahan pemasangan MCAS. Dia juga mengaku tak pernah diinstruksikan tentang cara penggunaannya.

Laporan juga mengungkapkan bahwa pilot Lion Air juga tidak menyadari mengapa Boeing memutuskan untuk menambah MCAS.

Masalah yang terungkap lainnya adalah soal adposi mesin baru untuk MAX 737, yaitu menjadi lebih besar, berat, dan kuat dibanding model jet sebelumnya.

Meskipun Boeing memperkenalkan sayap baru, permukaan ekor dan banyak peningkatan lainnya, pesawat dan landing gear tetap tidak berubah selama beberapa dekade.

Hal lain yang tidak diantisipasi adalah adanya adalah kemungkinan bahwa pesan yang salah dari sistem lain, sensor angle of attack (nada dari sayap), dapat memulai tindakan oleh MCAS, yang tidak diketahui oleh pilot.

Keputusan ini menjadi inti dari perdebatan yang terus berlanjut di antara pilot dan ahli keamanan tentang seberapa jauh otomatisasi kokpit harus ada campur tangan pilot untuk mendeteksi dan memperbaiki masalah tersebut.

Hal ini akan secara langsung berkaitan dengan mempertahankan kontrol dalam situasi berbahaya.

"Hilangnya kontrol" sekarang adalah penyebab terakhir yang konsisten dari kasus-kasus kecelakaan. Kejadian fatal lainnya seperti terbang ke medan yang tidak terlihat atau angin yang tidak terdeteksi pada pendekatan pendaratan hampir dieliminasi oleh teknologi yang secara otomatis memberi pesawat dan pilot kewaspadaan situasional. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI