Sebelum Ditangkap KPK, Remigo Berutu Baru Saja Dilantik Ketua Relawan Pemenangan Jokowi

| Minggu, 18 November 2018 | 17.34 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Remigo Yolando Berutu. Foto: Tribun Medan
Mediaapakabar.com - Bupati Pakpak Bharat, Sumatra Utara, Remigo Yolando Berutu, sempat diberi mandat memimpin relawan pemenangan Joko Widodo di Sumatra Utara.

Dua hari sebelum ditangkap KPK, Remigo dilantik menjadi ketua relawan Galang Kemajuan (GK) pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Sumut.

Pelantikan Remigo berlangsung di Hotel Danau Toba, Medan, Jumat (16/11) malam. Sementara istrinya Made Tirta Kusuma Dewi, menjabat Ketua Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) Sumut.

Remigo pun menghadiri deklarasi pemenangan Jokowi di Hotel LePolonia, Medan pada Sabtu (17/11/2018). Tak hanya itu, adiknya, Jenny Berutu dilantik menjadi Ketua GK Ladies Sumut.

Remigo yang merupakan kader Partai Demokrat membantu pemenangan Jokowi, sementara partainya tergabung dalam koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Remigo ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan di Medan, Minggu (18/11) dini hari.

Ketua DPC Partai Demokrat Pakpak Bharat itu diduga menerima suap terkait proyek di Dinas PU Pakpak Bharat.

Remigo langsung diterbangkan dari Medan menuju ke KPK pada pukul 11.00 WIB seperti yang dilansir CNNIndonesia.

Selain Remigo, KPK juga melakukan OTT terhadap kepala dinas setempat, PNS dan pihak swasta.

Meski demikian, KPK belum menetapkan status yang disandang oleh Remigo sejak OTT dilakukan. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk penetapan status tersebut.

Namun KPK menduga sudah terjadi penerimaan suap beberapa kali yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. "Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta," kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Pakpak Bharat Chaspul Hasibuan mengatakan belum ada petunjuk dari Sekda usai orang nomor satu di Pakpak Bharat itu terjaring OTT KPK.

"Secara resmi belum tahu saya. Belum ada petunjuk apapun dari Sekda sampai saat ini. Karena ini bukan kasus biasa, saya belum tahu apa tindakan yang diambil nanti. Wakil-nya sudah meninggal. Kami pun mengetahui kasus ini dari media," ucapnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI