Respon Keluhan Peternak, Dirjen PKH Langsung Terjun Ke Lapangan

| Kamis, 01 November 2018 | 15.07 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: Ist 
Mediaapakabar.com-Pemerintah merespon peternak ayam layer (petelur) mandiri yang mengeluhkan perkembangan harga telur yang semakin turun. Sedangkan harga pakan, yakni jagung dinilai tinggi.  

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) menggandeng Satgtas Pangan, dan Direktorat Barang Pokok Penting Kementerian Perdagangan, serta Polda Jatim terjun ke lapangan mengadakan pertemuan dengan peternak ayam petelur mandiri di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur pada Rabu (31/10/2018).

Pada pertemuan, Dirjen PKH I Ketut Diarmita menyampaikan beberapa langkah untuk memperbaiki harga telur di tingkat peternak, yaitu: Pertama, Peternak dihimbau agar meningkatkan kualitas telur dengan cara segera afkir ayam yang sudah tua karena tidak ekonomis dalam pemeliharaannya. 

Kedua, Peternak diminta meningkatkan produktifitas telur, sehingga terjadi efisiensi dan para peternak bisa mendapatkan margin yang lebih baik. 

"Ketiga, Kementan menghimbau kepada perusahaan Pembibit agar meningkatkan kualitas bibit ayam (day of chicken/DOC), sehingga DOC yang diproduksi dan dijual ke para peternak harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)," terang I Ketut.  

Keempat, Peternak dihimbau untuk membangun kebersamaan dengan menguatkan korporasi, sehingga mampu bersaing saat membeli DOC dan pakan, serta menjual  telur.  

Selain menghadapi masalah harga telur yang sedang turun, peternak ayam layer (petelur) juga menghadapi masalah bahan baku pakan, yaitu jagung. 

Pakan unggas menduduki porsi 71% dari biaya produksi (survey struktur ongkos usaha peternakan/SOUT, 2017). Peternak mandiri umumnya belum mempunyai manajemen stok (ketersediaan) pakan.   

I Ketut Diarmita juga mengharapakan Bulog dapat terlibat dalam bisnis jagung agar dapat membantu mensuply kebutuhan jagung untuk para peternak rakyat. 

“ Pada intinya, kita ingin peternak untung dan masyarakat juga tersenyum karena kebutuhan protein hewani yang berasal dari telur terpenuhi,” pungkasnya.  

Ketua Satgas Pangan Irjen Setyo Wasisto yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menghimbau agar para trader telur dan jagung menjaga kestabilan harga agar tercipta iklim usaha perunggasan yang baik dan berdaya saing yang memberi keuntungan bagi para peternak dan juga keuntungan para petani jagung. (nor)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI