Peringatan Hari Santri Nasional

| Minggu, 04 November 2018 | 11.19 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: Ist 
Mediaapakabar.com-Gubernur Sumatera Utara mengajak seluruh santri di Sumut untuk mengisi kemerdekaan sesuai bidang dan keahlian masing-masing. Apalagi, berdasar catatan sejarah, para santri ikut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu ditegaskan Edy Rahmayadi ketika menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Gedung Serba Guna Jalan Pancing/Wiliam Iskandar, Medan pada Sabtu (3/11/2018). Acara itu juga dirangkai dengan turnamen sepakbola.

"Kepada anak-anakku para santriwan dan santriwati, saya tidak meragukan kemampuan kalian semua. Untuk itu mari berdiri di depan menjaga dan membesarkan, bahkan ikut serta mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini," imbuh Edy.

Dikatakan, dahulu para santri begitu menyelesaikan studinya hanya menjadi guru ngaji. Tetapi saat ini telah berubah, banyak para santriwan dan santriwati berada di Akmil, Akpol bahkan sudah menjadi dokter dan insinyur.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini yang menjadi persoalan adalah apabila kita hidup tanpa ilmu. Karena tanpa ilmu dunia gelap. 

"Manusia tanpa ilmu ibarat malam tanpa lampu. Dia akan gelap, "ujarnya.

Sebenarnya banyak sekali potensi-potensi yang dapat digali di pondok pesantren, khususnya di pondok pesantren di Sumut. Salah satunya adalah bakat bermain sepak bola.

"Saya selaku Ketua PSSI mengapresiasi untuk penyelenggara turnamen sepakbola dalam rangka memeriahkan peringatan HSN tahun ini. Dan memunculkan bakat para generasi muda dalam bidang olahraga, khususnya sepakbola,” ucap Gubernur.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pesantren Indonesia (DPW IPI) Sumut Dedi Masri memberikan apresiasi Gubernur Edy Rahmayadi. 

“ Ini bukti kecintaan Beliau kepada para santri dan pondok pesantren,” katanya.

Dedi Masri menyampaikan, peringatan HSN ini sebagai peringatan dari resolusi jihad pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari bersama santri berjuang bagi tentara Belanda melalui Belanda Indies Civil Administration (NICA) pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Para santri adalah generasi muda yang akan tetap istiqamah dalam menghadapi dan menjalankan kehidupan dalam membela NKRI. 

Turut hadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Hj Sabrina, mewakili unsur Forkopimda Provinsi Sumut, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumut, para tuan guru pimpinan pondok pesantren se Sumut.  

 tokoh masyarakat Sumut Abdillah, Ketua Pimpinan Al Washliyah Wilayah Sumut Prof Saiful Akhyar Lubis, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren Darul Arafah Raya (DPP IKAPADA) Eddy Syahputra, para alumni pesantren dan seribuan santri dari berbagai pesantren di daerah ini. (**/joel)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI