Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Bekasi, Dua Mobil Korban Hilang Dibawa Kabur

| Rabu, 14 November 2018 | 08.37 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Diperum Nainggolan bersama istri dan dua anaknya ketika masih hidup. Satu keluarga ini tewas mengenaskan di kediamannya di Bekasi. Foto: Facebook
Mediaapakabar.com - Pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07, Jartirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, diketahui Selasa (13/11/2018) pagi.

Pertama kali jenazah korban ditemukan oleh tetangganya yang hendak berangkat kerja sekitar pukul 06.30 WIB.

Pembunuhan satu keluarga yang sadis itu menewaskan empat korban penghuni rumah yang juga membuka toko itu.

Mereka adalah pasangan suami-istri Daperum Gaban Nainggolan (38) dan Maya Sofianti Ambarita (37).

Selain suami-istri tersebut, kedua anak korban Sarah Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) juga diketahui dibunuh pelaku.

Ketua RT setempat, Agus Sani mengungkapkan, korban diketahui memiliki tiga buah mobil.

Yakni Honda HRV, Nissan X-trail dan sebuah mobil boks. Disebut-sebut, ada dua mobil warna hitam milik korban yang hilang

Mobil yang hilang itu, diduga juga terkait dengan pembunuhan sadis tersebut.

Agus menyatakan, dirinya mendapat informasi dari sekuriti setempat bahwa ada mobil yang melaju cukup kencang pagi-pagi.

“Kalo tadi kata sekuriti katanya ada satu mobil yang lewat. Ngebut banget tadi pagi,” katanya, seperti yang dikutip dari Pojoksatu.id, Selasa (13/11).

Agus sendiri tak tahu persis soal kabar hilangnya mobil korban. Akan tetapi, ia mendengar ada dua mobil korban yang hilang.

“Kalau sejauh ini yang saya tahu katanya dua mobil hilang, salah satunya X-trail silver,” bebernya.

Sementara, terkait kabar adanya perselihan yang terjadi di rumah korban, Agus mengaku tak mendengarnya.

“Enggak tahu kalau itu (cekcok),” tutupnya.

Sebelumnya, salah seorang tetangga korban, Lita (29) mengaku sempat mendengar korban tengah terlibat cekcok saat berbelanja di toko korban, Senin (12/11/2018) sore kemarin.

“Kemarin sore, sekitar jam setengah setengah lima-an gitu,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (13/11).

Saat itu, ia mendapati Daperum tengah terlibat cekcok dengan seseorang melalui sambungan telepon. Dalam cekcok tersebut, Lita mendengar korban berbicara dengan nada tinggi melalui telepon.

“Pakai nada tinggi, kayak orang lagi berantem. Ngomongnya kayak di-loudspeaker gitu kan,” bebernya.

Lita sendiri mengaku tak tahu persis apa yang tengah dibicarakan korban melalui telepon itu. Sebab, dalam komunikasi tersebut, korban menggunakan bahasa Batak.

“Ya kan pakai bahasa dia (Batak), saya enggak mudeng bahasa itu,” jelasnya.

Hanya saja, sambung Lita, salah satu yang tengah dibicarakan itu berkenaan soal uang dan mobil.

“Yang saya paham masalah uang dan masalah mobil. Itu aja,” lanjutnya.

Mengetahui hal itu, Lita lantas menanyakan kepada istri korban. Akan tetapi, Maya malah meminta Lita untuk tidak ikut campur dalam masalah yang mereka hadapi.

“Saya tanya ‘kenapa bu, kok marah-marah bapak?’. Dia jawab ‘sudah kamu enggak usah ikutan’. Habis itu dia langsung masuk ke dalam,” ucap Lita.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan, kecil kemungkinan pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi masalah ekonomi.

Pasalnya, berdasarkan olah tempat kejadian perkara, pihaknya sama sekali tidak menemukan ada barang-barang berharga korban yang hilang.

“Sementara ini kita melihat kecenderungannya bukan ekonomi. Kecenderungannya ya. Tapi semua motif masih kita buka peluangnya,” terang Indarto, Selasa (13/11/2018).

Terkait dua mobil korban yang disebutkan hilang dibawa pelaku pembunuhan, Indarto enggan berspekulasi.

“Belum tahu mobilnya hilang apa enggak. Soalnya waktu kejadian mobil emang gak ada,” terangnya.

Akan tetapi, Indarto menegaskan pihaknya tidak akan fokus pada satu kemungkinan saja.

“Makanya kita masih kaji motif pelaku itu apa. Tapi sementara kita tidak menemukan ada barang berharga yang hilang, ” jelasnya.

Indarto menyatakan, dari hasil penyelidikan sementara pada jenazah suami-istri tersebut, didapati luka pukulan benda tumpul dan luka senjata tajam.

Untuk Daperum dan Maya, terangnya, didapati luka menganga pada bagian leher. Sedangkan untuk kedua anak korban, sama sekali tidak ditemukan luka terbuka.

“Diduga kehabisan oksigen, karena tidak ditemukan luka terbuka,” jelasnya.

Akan tetapi, Indarto menegaskan, untuk mengetahui pasti, jenazah para korban langsung dikirim ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diotopsi.

“Sejauh ini barang-barang (berharga) juga tidak ada yang hilang,” katanya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI