Pelatih PSMS Medan Blak-blakan Soal Tawaran Menggiurkan dari Klub Lain

| Jumat, 16 November 2018 | 08.57 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Peter Butler. Foto: Tribunnews
Mediaapakabar.com - Skuad PSMS Medan fokus dengan satu target yaitu melepaskan diri dari zona degradasi musim ini. Tersisa lima partai yang harus dijalani dengan sangat serius oleh Legimin Raharjo dkk.

Satu persatu rival dari lima tim itu (Madura United, Persipura, Persebaya, PS Tira, PSM Makassar) harus ditaklukkan. Madura United yang akan dijajal lebih dulu, Sabtu (17/11/2018) sore.

Begitu lima partai selesai, sang pelatih Peter Butler pun segera angkat kaki dari Medan, seiring kontraknya selesai tanggal 10 Desember atau sehari setelah lawan PSM Makassar.

Pun demikian, di tengah perjuangan skuad Ayam Kinantan, Butler dibidik, dirayu dan dinanti kabarnya oleh klub-klub Liga 1 untuk memperkuat tim lain musim depan.

Tak tanggung-tanggung ada dua tim yang terus memburunya. Namun, pelatih asal Inggris tersebut menegaskan belum menentukan sikap karena ingin fokus menuntaskna lima laga bersama PSMS.

“Rencana selanjutnya saya belum tahu, mungkin saya pulang (ke Inggris). Ada dua tim Liga 1 telepon saya. Tapi saya harus hormat di situasi di tim saat ini. Karena kita masih punya peluang lolos degradasi. Saya harus tetap hormat ke PSMS. Dan, rencana untuk musim depan mungkin akan saya putuskan setelah hari Natal. Saya pulang dulu dan akan bikin keputusan,” ujarnya, usai memimpin latihan skuadnya di Stadion Teladan, seperti yang dilansir Pojoksumut.com, Kamis (16/11/2018) sore.

Ditanya apakah dirinya mau kembali melatih PSMS musim depan, Butler tak memberikan jawaban tegas. “Kita lihat situasi. Saya tidak ingin komentar soal itu atau buat keputusan itu. Saya suka Medan, orang Medan semua sangat baik dan bersahabat sekali ke saya. Saya tidak ada masalah. Itu masalah kehidupan pribadi saya di sini, dimana orang bersahabat saat melihat saya dan sebaliknya,” ungkapnya.

“Tapi soal karir, saya datang ke sini dengan tujuan membantu situasi PSMS yang tidak kondusif. Ada pemain yang terima gaji lebih besar dari saya. Tapi saya tidak datang ke sini untuk duit. Saya datang untuk membantu tim. Jadi mereka (manajemen) harus hormat ke saya. Jadi lebih penting kalau mereka mau bicara sama saya, saya hormat, saya kasih opsi. Tapi mereka harus mengerti ada dua tim dari Liga 1 yang mau saya juga. Untuk saat ini saya ingin bekerja bagus saja,” tegasnya.

Dia mengurai kesulitan saat pertama kali ke PSMS. “Ïtu sangat sulit, saat saya ke sini tim hancur, mungkin peluang lolos degradasi jauh, tapi kemudian kita bawa pemain sangat baik. Banyak pemain muda bagus di sini, Frets, Dio, Alwi, Gusti, oke Firza sudah berangkat, jadi dia bukan dalam pikiran saya lagi. Ada banyak pemain di sini, Medan produksi sepak bola Indonesia. Ada production line bagus dan kuat di sini jika ada rencana kerja,” bebernya.

“Tapi masalahnya di sini tak ada rencana, hari ini kita ini dan besok apa kita buat. Saya selalu buat rencana untuk satu dua minggu,” ungkapnya.

Butler menegaskan sangat menyayangi pemainnya. Bahkan, dia yakin, jika pergi dari PSMS banyak pemain yang ingin ikut dengannya. “Pemain saya senang seklai, mereka baik. Kalau saya berangkat, mereka pemain pasti mau ikut saya. Pasti mereka mau, tapi kita lihat situasi dulu,” tegasnya.

Butler memastikan saat ini fokusnya jelas ingin melepaskan PSMS dari degradasi. “Banyak orang tanya ke saya, musim depan pergi kemama, mereka sebut mungkin saya ke Persebaya, Persib, Bali atau balik ke Persipura. Tidak, karena saat ini saya hormat ke penonton, orang di sini (Medan). Kita bikin pasti dulu PSMS dimana peluang lolos degradasi masih besar,” ujarnya.

“Masa depan saya tidak penting. Lebih penting PSMS lolos degradasi,” pungkasnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI