Kenali Lebih Dekat, Para Pelajar Kunjungi SPKKL Aceh

| Kamis, 15 November 2018 | 14.02 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: Ist 
Mediaapakabar.com-Sejumlah taruna-taruni dan akademi berkunjung ke SPKK Aceh melihat dan mengenal lebih dekat tugas Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Aceh, di Kec. Mesjid Raya, Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh pada Rabu (14/11/2018).

Puluhan pelajar bersama guru pendamping itu berasal dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ladong, SMKN 1 Mesjid Raya, SMAN 1 dan Balai Pendidikan Ilmu Pelatihan dan Pelayaran (BP2IP). 

Mereka datang atas ajakan SPKKL Aceh kepada para siswa beberapa waktu lalu, untuk menuangkan pengetahuan yang dimiliki ke dalam cerita bergambar. "Bakamla Sang Penjaga Laut Nusantara". 

Bagi yang bisa menggambarkan dengan baik dalam bentuk cerita bergambar, mendapatkan undangan untuk mendapatkan pelatihan singkat tentang alat pemantauan SPKKL Aceh. 

Kedatangan para pelajar tersebut diterima Kepala SPKKL Aceh Dony Nova R bersama stafnya. Dony mengawali sesi dengan memaparkan materi tentang radar, AIS, dan GMDSS. 

Dijelaskan, radar merupakan salah satu peralatan navigasi elektronik, Radar singkatan dari “Radio Detection and Ranging” adalah peralatan navigasi elektronik terpenting dalam pelayaran. 

Pada dasarnya radar berfungsi untuk mendeteksi dan mengukur jarak suatu obyek di sekeliling kapal. AIS atau Automatic Identification System, sistem pelacakan kapal otomatis untuk pencegahan tabrakan di laut, 

Informasi yang tersedia dari AIS seperti identifikasi tentang kapal, posisi kapal, haluan, dan kecepatan ditampilkan pada layar atau sebuah ECDIS. 

Selanjutnya dijelaskan pula tentang Global Maritime Distress Safety System (GMDSS), yang merupakan suatu sistem komunikasi terintegrasi dengan menggunakan satelit dan komunikasi radio terrestrial. 

Rupanya, imajinasi pelajar di Aceh terbilang cukup tinggi. Pasalnya muncul pertanyaan kritis tentang cara mendeteksi objek yang dicurigai sebagai kapal selam dan diketahui sering muncul diwilayah Perairan Aceh. 

Dengan kedatangan para siswa yang umumnya adalah anak nelayan, maka Kepala SPKKL Aceh mengarahkan untuk melaporkan posisi objek yang dicurigai tersebut sehingga bisa dilakukan deteksi lebih lanjut. 

Tidak hanya berkaitan dengan keamanan laut, kata Dony, Bakamla juga bertugas menjaga keselamatan bagi para pengguna laut. 

Untuk itu, staf SPKKL Aceh yaitu Mukhlis dan Ibrahim memperagakan cara penggunaan life jacket atau alat keselamatan laut dengan benar, yang diikuti pula oleh para siswa.

Pertemuan diwarnai pula dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada siswa dengan kreasi cerita bergambar terbaik yaitu Nazaruddin dan Satria Maulana dari SMKN 1 Mesjid Raya, serta Rizky Pratama dari SUPM Ladong, dan ditutup dengan foto bersama.  (joel)

Sumber: Humas Bakamla RI 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI