Investor Malaysia Wacanakan Bangun Pabrik Olah Makanan Dan Minuman

| Selasa, 06 November 2018 | 18.07 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: Ist 
Mediaapakabar.com-Pemprov Sumut menyambut baik niat investor Malaysia untuk berinvestasi di Sumut.Diantaranya, rencana pembangunan kilang/pabrik pengolahan makanan dan minuman.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah ketika menerima Delegasi Bisnis Malaysia di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan pada Senin (5.11/2018). 

Hadir pada pertemuan itu Fakrul Anwar Bin Ghulan (Pengarah HA-One Holiday), Nurul Huda Arifin (Putri Tujuh Seven Aura Legacy), Mohd Sufian Bin Mohd Salleh dan Mohd Eymron Bin Dasly dari Delegasi Bisnis Malaysia. 

Ketua Baznas Langkat KH Abdul Rahnan, Ketua PWI Sumut H Hermansjah, Wakil Ketua Khairul Muslim, Wilfrid B Sinaga, Agus Lubis dan Zulfikar Tanjung.

Wagub Musa Rajekshah mengatakan, sangat menyambut baik dan mendukung setiap investor yang akan berinvestasi di Sumut termasuk para investor dari negara tetangga Malaysia. 

“Pemprov Sumut akan selalu membantu dan memberikan kemudahan bagi setiap investor yang datang, khususnya dari Malaysia. Tetapi  tetap mengikuti aturan yang ada,” ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Kepada para investor dari Malaysia, Ijeck juga menyampaikan, Provinsi Sumut merupakan wilayah yang sangat strategis dan kaya akan sumber daya alam. 

Sumut berada pada jalur strategis pelayaran internasional Selat Malaka, yang dekat dengan Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Hal ini, membuat Sumut mudah dijangkau dunia internasional dan menjadi pintu gerbang utama kegiatan perdagangan di sebelah barat Indonesia,” ujar Wagub yang didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Zonny Waldi.

Sebelumnya, investor dari Malaysia, Fakhrul Anwar menyampaikan kepada Wagub Sumut tentang keinginan besarnya untuk mendirikan kilang/pabrik di Langkat. 

Yaitu pabrik pengolahan produk makanan dan minuman, yang diperkirakan bisa membuka lowongan pekerjaan hingga 15 ribu orang, serta membangkitkan perekonomian di kawasan pabrik.

“Kilang atau pabrik itu merupakan pengolahan kopi tradisional berstandart internasional GMP dan ISO. Dengan berdirinya pabrik itu akan membuka lapangan kerja, peluang terbukanya gerai berjualan bagi masyarakat,” ujar Fakhrul.  (**/joel)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI