Bangga dari Boyolali Sutopo Foto Bersama Serorang Jenderal, Singgung Ucapan Arogan Prabowo?

| Minggu, 04 November 2018 | 19.30 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Prabowo, Sutopo Purwo Nugroho dan KSAD Jenderal Mulyono.Foto: Twitter: Sutopo Purwo Nugroho
Mediaapakabar.com - Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memberikan tanggapannya terkait ucapan 'tampang Boyolali' yang sedang viral.

Tanggapannya tersebut ia sampaikan di akun Twitter pribadinya, @sutopo_PN, Jumat (2/11/2018).
Ia menyampaikan tanggapannya saat seorang netizen mencatut namanya yang mengetahui Sutopo adalah orang Boyolali.
Dengan tegas, Sutopo memberikan jawaban bahwa ia bangga menjadi orang asli dari Boyolali.
Tak hanya itu, ia juga mengunggah foto dirinya bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Mulyono yang juga merupakan kelahiran Boyolali.
Dalam keterangan fotonya, Sutopo juga menjelaskan ia dan Jenderal Mulyono berasal dari SMA yang sama yaitu SMA 1 Boyolali.
Sutopo juga menceritakan sedikit pengalamannya saat masih tinggal di Boyolali melalui keterangan fotonya tersebut.
"Bangganya bisa berfoto bareng sama Pak Jenderal Mulyono (KSAD). Sama-sama alumni SMA 1 Boyolali. Sama-sama pernah mengalami prihatin saat sekolah. Sekarang kita tergabung dalam FBI = Forum Boyolali Indonesia. Dari Boyolali untuk Indonesia dan dunia. Mohon tidak diplintir" tulis Sutopo di akun Twitter-nya.
Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, ucapan 'Tampang Boyolali' yang diungkapkan oleh calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto menjadi viral di media sosail.
Pasalnya, Prabowo Subianto dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pria bernama Dakun yang mengaku berasal dari Boyolali pada Jumat (2/11/2018) malam.
Muannas selaku kuasa hukum Dakun menjelaskan bahwa kliennya melaporkan Prabowo karena ucapan 'Tampang Boyolali' dalam pidatonya di Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.
"Dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? Mungkin kalian diusir, tampang kalin tidak tampang orang kaya, tampang kali ya tampang orang Boyolali ini"
Itulah kutipan kalimat dalam pidato Prabowo yang dipermasalahkan oleh Dakun.
Menurut Muannas, hal tersebut tidak pantas diucapkan meskipun kalimat itu dilontarkan di depan para pendukung Prabowo.
"Mungkin ada yang menerima tapi jangan membatasi juga kemudian ada yang tersinggung, mungkin yang hadir di situ ada pendukungnya Pak Prabowo, tapi ada juga pendukungnya Pak Jokowi, mungkin merasa tersinggung," ujar Muannas, Jumat.
Dalam kesempatan yang sama, Dakun, pria kelahiran Boyolali yang sejak tahun 1992 tinggal di Jakarta, mengatakan ia mengetahui video tersebut dari akun Youtube Taufik Irvani.
"Saya tahu tadi siang (Jumat) sebelum jumatan. Video itu kan beredar luas," kata Dakun.
Menurut Dakun, video unggahan akun tersebut berdurasi sekitar 2 menit.
Namun, ia belum mengklarifikasi kepada pihak pengunggah apakah video tersebut merupakan video utuh atau video yang telah dipotong.
Dakun menyebutkan, laporannya atas nama pribadi, sebagai masyarakat Boyolali yang tersinggung sehingga mengalami kerugian imaterial.
"Saya asli dari Boyolali. Kami merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo, bahwa masyarakat Boyolali itu kalau masuk mal atau masuk hotel itu diusir karena tampangnya itu tampang Boyolali," kata Dakun.
Dakun melaporkan Prabowo atas dugaan mendistribusikan informasi elektronik yang bermuatan kebencian sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 A 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 4 huruf b angka 2 jo Pasal 16 UU RI nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 165 KUHP. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI