Wow, Cina Akan Luncurkan Bulan Tiruan ke Ruang Angkasa Untuk Terangi Kotanya

| Sabtu, 20 Oktober 2018 | 11.00 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi bulan. Foto: Reuters
Mediaapakabar.com -  Cina dikabarkan akan meluncurkan bulan buatan ke ruang angkasa untuk menerangi salah satu kota terbesar di negeri Tirai Bambu itu, sebagaimana dilansir laman Telegraph.co.uk, Rabu, 17 Oktober 2018.

Informasi tersebut berawal dari para pejabat di Chengdu, kota dengan penduduk 14 juta orang di Provinsi Sichuan, barat daya Cina, yang mengumumkan rencana untuk menempatkan satelit di orbit pada 2020. Satelit itu mampu memantulkan cahaya seperti sinar matahari ke jalan-jalan di kota itu pada malam hari, dan diklaim dapat menggantikan lampu.

"Satelit itu akan menggunakan lapisan reflektif yang bisa mengarahkan cahaya untuk menerangi area di bumi hingga 50 mil persegi," ujar Ketua Institut Sains dan Teknologi Sistem Mikroelektronika Antariksa Kota Wu Chunfeng, seperti dilaporkan CIFNews.

Peluncuran satelit itu menyusul proyek serupa pada 1999, ketika para peneliti Rusia berencana menggunakan cermin yang mengorbit untuk menerangi kota-kota di Siberia dengan harapan akan menjadi alternatif yang lebih murah untuk penerangan listrik.

Skema yang dikembangkan Rusia itu menggunakan alat yang disebut Znamya 2. Dilengkapi dengan cermin 25 meter, alat itu bisa menerangi petak seluas tiga mil dari tanah. Namun, selama orbit pertama, pesawat hancur setelah tabrakan di angkasa dan skema itu ditinggalkan.

"Bulan buatan, yang telah menjalani pengujian selama beberapa tahun, akan menghasilkan setidaknya delapan kali lebih banyak cahaya daripada bulan asli," kata Chunfeng dalam acara sains di Chengdu. Namun beberapa peneliti telah memperingatkan bahwa perangkat tersebut dapat mengganggu satwa liar dan sistem yang mengamati atmosfer bumi.

Adapun Kang Weimin, direktur di School of Aerospace di Harbin Institute of Technology, mengatakan satelit itu akan menghasilkan cahaya seperti senja. "Itu berarti tidak akan mempengaruhi hewan," ujarnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI