Tehnologi Internet Menjadi Bagian Penting Kehidupan

| Minggu, 21 Oktober 2018 | 23.43 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto-apakabar/rel
Mediaapakabar.com-Perkembangan teknologi dan kecanggihan integrasi jaringan telah menjadikan internet sebagai bagian penting kehidupan masyarakat.

Direktur Eksekutif PKPA, Keumala Dewi, pada pembukaan Penganugerahan Festival Film Anak (FFA) dan Festival Teater Anak (FTA) 2018 di Hotel Garuda, Medan, menyampaikan pengguna internet di Indonesia terus mengalami pertumbuhan pesat.

Bahkan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pengguna internet terbesar di dunia. Hanya sekitar 88,1 juta 2016, maka 2017 jumlahnya naik 51 persen, menjadi 132,7 juta pengguna internet.

Ujaran kebencian juga meningkat. Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan sepanjang 2017 ada 13.829 konten negatif berupa ujaran kebencian di media sosial. Pertimbangan itulah menjadi dasar bagi PKPA untuk mengangkat tema merawat keberagaman melalui media sosial. Kemeriahan ini juga menjadi bagian ulang tahun Yayasan PKPA ke 22” ujarnya.

Sekretaris Daerah Sumatera Utara, R. Sabrina pada sambutan sekaligus pembukaan kegiatan  dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sumatera Utara, Nurlela, selain mengapreasiasi konsistensi PKPA yang telah 12 tahun rutin melaksanakan festival film dan teater anak sebagai bagian kampanye perlindungan anak

“Kedua festival ini sangat merangsang anak untuk berfikir kreatif dan film merupakan media hiburan yang edukatif semua kalangan saat ini. Film dapat menumbuhkan minat dan potensi anak sehingga mereka dapat berolah pikir dan olah fisik” ujar Sekda.

Pemenang FFA dan FTA 2018

Penjurian film dan teater FFA dan FTA 2018 yang dilakukan Onny Kresnawan (SFD), Opik Pradana (Opic Picture), Keumala Dewi (PKPA), Edy Siswanto (pegiat teater), Suryadi (Dinas P3A Sumut) dan Meutia Anggraini (Forum Anak Kelurahan Deli Tua).

Juara I untuk kategori film fiksi adalah Syndrome produksi Ninestar Community, juara II Luntur Jadi Mujur produksi Youth Sahabat Kota Community, juara III Paham produksi Tripart.

Juara I-III film kategori dokumenter adalah Metamorfosis produksi Movie Maker Muslim Medan, My Life My Coice produksi Syafakha Production fan Anak Warnet produksi Pibar Production.

Pemenang kategori teater juara I-III adalah Mimpi Syafira 2 dai Teater 8, Rumah Air Mata dari teater Teknos dan juara III Seribu Wajah dari teater Eceng Gondok.

Festival ini juga memilih Rangga Surbakti sebagai sutradara terbaik film fiksi berjudul Syndrome, Farhan Gani Lubis (kameramen terbaik film Hoax)

Rangga dan Afif Khadadi sebagai editor terbaik film berjudul Syndrome, Gurti Mahfi Syahfurtra sebagai pemeran terbaik pria film Syndrome dan Tasya Widya Jayantika sebagai pemeran perempuan terbaik film Privacy.
Kategori pemenang terbaik kategori film dokumenter adalah Mardiansyah sebagai kameramen terbaik dalam film Anak Warnet, Imam Syuhada As-Salim sebagai editor dan sutradara terbaik untuk film Metamorfosis.  

Seluruh pemenang FFA dan FTA ini, selain menerima piala dan sertifikat juga memperoleh uang tunai dari panitia dengan sponsor Kinder not Hilfe (KNH), Trirta Sibayakindo dan Universitas Medan Area. (**/ dani)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI