Situs Benteng Putri Hijau Warisan Yang Harus Dipertahankan

| Sabtu, 27 Oktober 2018 | 21.02 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menghadiri peluncuran Museum Situs Benteng Putri Hijau di Ballroom I Hotel Santika Medan, Sabtu (27/10/2018). (Ist)
Mediaapakabar.com-Gubernur Sumut mengatakan situs Benteng Puteri Hijau bukan hanya milik Sumatera Utara, namun warisan dunia yang harus dipertahankan.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Ramayadi pada peluncuran museum situs Benteng Putri Hijau di Hotel Santika, Medan pada Sabtu (27/10/2018). 

" Benteng tersebut bukan hanya milik Sumut, bukan milik Indonesia, melainkan dunia," ujarnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Hj R Sabrina, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Kadis Pariwisata Provinsi Sumut Hidayati. 

Rektor Universitas Panca Budi Muhammad Isa Indrawan, Pembina Museum Situs Benteng Putri Hijau Syarifuddin Siba, para Sultan diantaranya Sultan Serdang, Kualuh dan Langkat, para sejarawan dan media.

Sebagai situs dunia, kata Edy, Benteng Putri Hijau harus segera diperhatikan dan dibenahi. " Kalau kita diamkan terus nanti kita seperti tidak bermoral, itu situs dunia," ujarnya.

Kepada media, Edy mengatakan agar mengimbau masyarakat untuk menjaga situs-situs bersejarah. "Kalau bukan kita yang menjaganya siapa lagi," tanyanya. 

Sementara Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari mengatakan Benteng Puteri Hijau sebagai situs yang luar biasa. 

" Situs ini tidak hanya menyimpan jejak sejarah Kerajaan Aru yang jadi titik awal, tapi ternyata dia jadi situs yang sangat penting, yang tidak diketahui sebelumnya," katanya.

Ichwan melanjutkan, sebelum Kerajaan Aru berdiri, situs tersebut digunakan sebagai bekas hunian kuno dari 5000 tahun yang lalu. "Ada jejak kehidupan prasejarah di situs itu," katanya.

Benteng putri hijau terbuat dari tanah. Letaknya di Deli Desa Deli Tua Kecamatan Namu Rambe Deliserdang. 

Situs tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Aru yang berkuasa di Pantai  Sumatera Timur abad ke-13. Museum Situs Benteng Hijau sendiri merupakan pengembangan galeri Benteng Puteri Hijau yang telah berdiri sejak 2015.  (joel)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI