Pengerjaan Proyek Drainase Buat Warga 'Gerah Dan Resah'

| Selasa, 02 Oktober 2018 | 17.43 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/daniel
Mediaapakabar.com-Warga yang bermukim di sekitar Jalan Danau Jempang sudah 'gerah dan resah' akibat pengerjaan drainase yang tak kunjung selesai. 

Seperti penuturan salah seorang warga, sudah dua minggu tanah di depan rumahnya tidak diangkat oleh para pekerja drainase. Sehingga mengganggu aktivitas keluar masuk rumah.

" Kami warga seputaran sini, sudah gak tahan bang dengan pekerjaan drainase yang sepertinya tidak memiliki perencanaan matang. Sebab, sudah dua minggu pengorekan tanah tidak diangkat-angkat bang. Apalagi di depan rumah kami pulak, kan terganggu akivitas hilir mudik ke rumah, betul kan bang," ungkap Sagala (46) warga di lokasi pengerjaan drainase pada mediaapakabar.com, Selasa (02/10/2018).

Ia mengatakan, selama dilakukannya pengerjaan drainase, warga sekitar sudah tak lagi merasa nyaman. Karena kondisi jalan hancur lebur dan selalu membuat kemacatan. 

" Keqmana gak dikatakan parah, hasil pengorekan tanah, tidak diangkut secepatnya mengakibatkan banyaknya warga yang jatuh saat melintas di jalan ini," sebutnya.

Apalagi kalau tanah yang dikorek kena air hujan, jalanan licin dan tak terkendali bila dilalui. Begitu sebaliknya, kalau panas jalanan berdebu.

" Parahnya lagi, setelah dilakukan pengorekan tanah, tidak dibuat pula tanda atau plang himbauan di pinggir jalan yang dilalui para pengendara. Bisa saja nanti warga yang melintas masuk ke dalam lubang tersebut," tukasnya.

Hal sama juga dituturkan Dani (35). Ia mengatakan, selama pengerjaan drainase berlangsung, kondisi jalan semakin sempit dan susah dilalui. 

" Mungkin pengerjaan drainase ini makanya lama siap, tidak mempunyai perencanaan matang. Artinya hanya untuk menghabiskan anggaran akhir tahun saja dan tak punya limit waktu, kapan siap," cetusnya.

foto: apakabar/daniel 
Tak Dianggap  

Sementara secara terpisah, Lurah Sei Agul, Erfin Muharmansyah saat dihubungi melalui telepon selulernya, tidak begitu mengetahui keluhan warga. Mengingat pengerjaan drainase yang dilaksanakan pemborong dari awal pengerjaan tak pernah berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

" Kita pihak kelurahan bang bukan diam dengan kondisi dan situasi yang dirasakan warga. Tapi memang dari mulainya pekerjaan drainase yang katanya untuk mengatasi solusi banjir di Kota Medan itu, kita tak tahu karena tak ada pemberitahuan kepada kita bang," katanya.

Lebih jauh dikatakannya, seharusnya pihak pemborong sebelum memulai pekerjaan berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

" Jadi bila ada keluhan dari warga seperti yang sekarang ini, kan dari pihak kelurahan bisa melakukan pendekatan agar warga mengerti," pungkasnya. (daniel)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI