Pada Masa Mendatang, Demografi Indonesia Didominasi Kaum Milenials

| Selasa, 09 Oktober 2018 | 10.52 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto-Menaker M.Hanif Dhakiri,(apakbar/nor)

Mediaapakabar.com-Indonesia pada 2020 akan mulai memasuki fase bonus demografi. Dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia non produktif dan puncaknya diperkirakan terjadi di 2030-2035.

" Demografi Indonesia akan didominasi oleh milenials. Bila kita mampu memanfaatkan potensi ekonomi digital dengan sebaik-baiknya, maka Indonesia berpeluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru dunia," kata Menaker M.Hanif Dhakiri saat membuka Forum  Hubungan Industrial di Denpasar - Bali pada Senin (08/10/2018).

Hanif mengatakan penyiapan tenaga kerja terampil (skill worker) tantangan terbesar yang harus dihadapi dan ditangani secara tepat dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.

" Bonus demografi ini harus diiriingi pemanfaatan teknologi digital agar berdampak positif dalam mendorong tumbuhnya generasi milenial menjadi pemimpin dalam e-commerce, startup dan pengembangan ekonomi digital di Indonesia," sebut Hanif. 

Menurutnya, hal ini harus dioptimalkan, mengingat tingginya pengguna jaringan internet di tanah air. Dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2017 mencapai 143 juta penduduk.
Disisi lain, teknologi digital juga menciptakan 3,7 juta pekerjaan baru dalam 7 tahun ke depan dan mayoritas berada pada sektor usaha jasa.

" Kemnaker terus melakukan upaya meningkatkan kualitas sumber daya Indonesia. Diantaranya modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan pengembangan program magang mengacu pada kebutuhan pasar kerja berbasis teknologi digital," kata Hanif.

Penataan sistem pasar kerja juga dilakukan secara fleksibel melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang makin berkembang. 

Selain itu, tatanan hubungan industrial melibatkan pemerintah, pengusaha dan pekerja juga harus mampu merespon dampak perubahan ditimbulkan ekonomi digital.

 " Penyiapan regulasi bidang hubungan industrial harus adaptif terhadap perubahan ekonomi digital," tukas Hanif.   (nor)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI