Mimpi Seorang Petani Cina Tak Bisa Terbangkan Pesawat, Lalu Merancangnya di Tengah Sawah

| Sabtu, 27 Oktober 2018 | 12.42 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pesawat Airbus A320 buatan petani China segera selesai dibuat | AFP
Mediaapakabar.com - Saat mimpi seorang petani bawang asal Cina untuk menerbangkan pesawat tak bisa terwujud, dia pun memutuskan membuat sendiri satu pesawat.

Replika pesawat Airbus A320 skala penuh itu dibuat oleh petani bernama Zhu Yue dan sekarang hampir selesai. Pesawat itu diparkir permanen di sepetak lahan yang dikelilingi ladang gandum di Cina timur laut.

Zhu tak dapat lulus sekolah menengah pertama (SMP). Ia kemudian mulai bertani bawang putih dan bawang merah sebelum pindah jadi tukang las di pabrik di kota kecil Kaiyuan. Tahun lalu dia menyadari tidak akan pernah bisa menerbangkan pesawat.

“Saya mencapai umur setengah baya dan saya tidak dapat membeli satu pesawat, jadi saya dapat membuatnya sendiri satu,” kata dia, dikutip Channel News Asia.

Dia telah menginvestasikan tabungannya sebesar USD374.000 (5,7 miliar rupiah) dalam proyek yang dimulai dengan satu model mainan Airbus 320 berukuran seperdelapan dari ukuran aslinya. Dengan itu dia mengukur dimensi, mempelajari foto-foto online dan dengan sejumlah kesalahan, dia merakit bagian badan, sayap, kokpit, mesin dan ekor pesawat. Dia menggunakan baja seberat 60 ton.

Lima orang penggemar pesawat lainnya turut membantunya mempercepat penyelesaian proyek tersebut. “Di satu sisi mereka mendapatkan uang, di sisi lain mereka memenuhi mimpi, menyelesaikan sesuatu,” kata Zhu.

Airbus buatan tangan itu jelas tidak akan terbang dalam waktu dekat. Zhu memutuskan mengubahnya menjadi restoran.

Tambahan terbaru pada pesawat itu adalah kokpit buatan sendiri yang dilengkapi replika instrumen penerbangan serta mobil tanggal untuk dapat naik ke kabin. “Kami akan menggelar karpet merah sehingga semua orang yang datang untuk makan akan merasa seperti seorang kepala negara,” tutur Zhu.

Di kabin A320 yang biasa berisi 156 kursi akan diubah menjadi 36 kursi kelas satu untuk para konsumen. Dia belum memastikan apakah akan menyajikan hamburger, gorengan ala Prancis, atau makanan Cina biasa yang mungkin dipilih warga lokal. Zhu berharap pesawat itu segera penuh dengan para penumpang yang lapar.com
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI