Bandara Kualanamu Akan Dikelola Asing, Angkasa Pura II Sedang Cari Mitra yang Mau Kerjasama

| Rabu, 10 Oktober 2018 | 14.12 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Bandara Kualanamu. Foto: Instagram/@AP2_Kualanamu
Mediaapakabar.comPT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) akan mencari mitra strategis dari asing untuk ikut mengelola Bandara Kualanamu, Medan. Pencarian mitra strategis tersebut akan dilakukan dalam rangkaian pertemuan IMF-World Bank Group di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, dengan adanya mitra strategis tersebut diharapkan tingkat trafik penumpang internasional di Bandara Kualanamu bisa meningkat.

Saat ini, penumpang luar negeri di sana baru 10 persen dari total penumpang yang mereka kelola.

“Kita cari strategic partnership untuk Kualanamu. Dia (Danareksa Sekuritas) yang arrange untuk proses pencarian investor strategisnya,” kata Awaluddin saat ditemui di Hotel Conrad, Bali seperit yang dilansir Kumparan.com.

Pencarian mitra ini memang akan dilakukan oleh PT Danareksa Sekuritas. Dalam data Kementerian BUMN, dana yang dibutuhkan untuk menaikkan jumlah penumpang internasional di Bandara Kualanamu sekitar USD 500 juta.

Lebih lanjut, Awaluddin menjelaskan kerja sama ini dalam bentuk konsensi pengelolaan, di mana AP II akan tetap memegang kendali penuh dan tetap menjadi operator bersama dengan operator baru.


Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Foto: Kumparan.com 

Saat ini sudah ada 15 belas Letter of Intent (LoI) yang diajukan operator asing yang tertarik dengan proyek ini. Untuk mencari pemenangnya, bulan depan AP II akan luncurkan PQ document, lalu request proposal document, baru masuk ke bidding document.

“Seleksi paling cepat kuartal I 2019 ya,” jelasnya.

Saat ini, jumlah penumpang internasional di Bandara Kualanamu tanpa mitra strategis hanya tumbuh 9-10 persen. Dengan adanya mitra baru nanti, Awaluddin berharap penumpang internasional bisa bertambah rata-rata 17 persen dalam 5 tahun ke depan.

Jumlah penumpang internasional penting untuk digenjot di dalam suatu bandara. Idealnya, kata dia, penumpang luar negeri sebanyak 40 persen dari total jumlah keseluruhan penumpang.

“Proyeksi high case kita, porsi idealnya 35-40 persen itu penumpang internasional. Apalagi KNO ini kan lokasinya strategis, dekat dengan Changi, Thailand, dan Kuala Lumpur. Jadi sebenarnya KNO punya daya tarik agar bisa bersaing. Ini harus dilakukan dengan mitra strategis,” kata dia.

Tak hanya meningkatkan jumlah penumpang luar negeri, dalam agenda pencarian mitra strategis untuk KNO, AP II juga ingin meningkatkan expertis sharing karena akan bekerja sama dengan mitra luar negeri.

Selain itu, juga untuk mencari equity partnership. Tapi diakui Awaluddin, tujuan ketiga ini tidak terlalu difokuskan karena keuangan AP II masih terjaga. Tahun ini, AP II sendiri menargetkan penumpang KNO tembus 11 juta. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI