Kemenangan Dramatis PSMS Diwarnai Pemukulan Pelatih Peter Butler oleh Oficial Barito

| Senin, 08 Oktober 2018 | 08.42 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pelatih PSMS Peter Butler. Foto: Tribun Medan
Mediaapakabar.com - Target skuad PSMS Medan mencuri poin pada laga away di markas Barito Putera berhasil.

Ini setelah pada pekan ke-24 Liga-1, PSMS sukses menahan imbang Barito dengan skor 3-3 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (7/10/2018) petang.

Keenam gol pada pertandingan inu dicetak Matsunaga menit 6, Douglas Packer menit 7, Marcel Sacramento menit 15 dan 51, Felie Martins menit 47, dab Rahmad Hidayat menit 66.

Dengan tambahan satu poin ini, tim besutan Peter Butler ini naik satu peringkat ke posisi 17 dengan 24 poin.

Ini merupakan imbang ketiga pada putaran II pada laga tandang. Namun, perjuangan PSMS untuk lepas dari zona degarasi masih panjang.

Sementara itu, bagi Felipe Martins ini adalah momen spesial, karena kali pertama dia mencetak gol di Liga 1.

Pada pertandingan ini, sejak awak kedua tim bermaim agresif.

Tak disangka PSMS yang berusaha menguasai jalannya pertadingan mampu mengagetkan tuan rumah lewat gol Shohei Matsunaga.

Memanfaatkan serangan cepat dari sektor sayap, Antoni memberikan umpan dan umpannya sempat diblok. Namun pemain bawah Barito bermaksud membuang bola malah salah antisipasi. Matsunaga yang sudah berdiri di depan gawang, langsung menyambut bola pantulan

Sayagnya, keunggulan PSMS tak bertahan lama.

Keunggulan PSMS tak bertahan lamal lewat Douglas Packer.Meneriman umpan lambung, Packer menang duel di udara dan menyambut dengan sundulan. Sundulannya pun tak mampu dibendung Abdul Rohim skor sama menjadi 1-1.

Tempo permainan semakin cepat. Kedua tim saling jual beli serangan demi menambah keunggulan. Menit ke-15, Barito Putera pun mampu membalikkan kedudukan menjadi 2-1 lewat Sacramento.

PSMS yang tertinggal, mencoba menyamakan kedudukan. Legimin dkk mendominasi permainan dan menciptakan peluang demi peluang. Namun usaha mereka menyamakan kedudukan belum berhasil. Keunggulan Barito 2-1 pun bertahan hingga babak pertama selesai.

Selanjutnya,  babak kedua, PSMS melakukan pergantian pemain di lini depan. Felipe Martin dimasukkan menggantikan peran Legimin Rahardjo.

Strategi jitu ini berjalan baik. Baru berjalan dua menit, PSMS berhasil menyamakam kedudukam lewat Striker anyarnya Felipe Martin.

Namun gol Felipe yang menyamakan kedudukan tak bertahan lama. Empat menit berselang Barito menambah keunggulan lewat Sacramento menjadi 3-2. Mantan pemain Persipura itu menceploskan bola setelah menerima bola blunder di depan gawang Rohim.

Meski kebobolan, tim asuhan Peter Butler tak putus asa. Mereka terus menciptakan peluang. Menit ke-66 tim Ayam Kinantan berhasil menyamakam kedudukam lewat Rachmad Hidayat menjadi 3-3

Menerima bola pantulan dari sepakan Felipe yang mengenai tiang gawang, langsung direbound Rachmad. Pemyerang PSMS itupun dengan tenang menceploskan bola ke gawang Harlan.

Berhasil menyamakan kedudukan, PSMS mencoba bermain bertahan. Butler memasukkan Roby untuk menambah lini pertahanan PSMS. Alhasil mereka mampu mempertahankan kedudukan menjadi imbang dengan skor 3-3 hingga peluit panjang dibunyikan.

Sayanya, usai laga kericuhan terjadi. Pelatih PSMS dipukul ofisial Barito yang masuk ke lapangan begitu pertandingan selesai seperti yang dikutip dari Pojoksumut.com.

Berawal ada keributan adu mulut antarpemain kedua tim sesaat wasit meniupkan peluit tanda laga berakhir.

Kemudian saat bersamaan Peter Butler   mendapat serangan dari kubu Barito..

Beruntung ada pihak keamanan yang melerai lalu butler dibawa ke ruang ganti pemain. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI