Kaburnya Sejumlah Tahanan Saat Gempa... Ini Kata Dirjen Pemasyarakatan RI.....

| Senin, 01 Oktober 2018 | 19.15 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/nor
Mediaapakabar.com-Tidak beradanya para tahanan dan narapidana di lapas Palu, Rutan Poso dan Rutan Donggala, semata-mata sebagai kebutuhan penyelamatan diri atas dampak gempa. 

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami (01/10/2018)  
" Kondisi ini terjadi karena bangunan lapas dan Rutan di wilayah tersebut secara nyata rusak serta mengancam keselamatan mereka (red- narapidana dan tahanan), " ungkap Utami lagi, yang baru saja kembali dari pemantauannya ke daerah bencana tersebut.  

Ia tidak menampik sempat adanya provokasi perlawanan dengan pembakaran oleh penghuni di Rutan Donggala .Namun secara etika dan moral hukum, hal ini bisa dimaklumi, karena secara naluriah mereka butuh keselamatan jiwa, juga informasi tentang kondisi keluarga mereka di luar.  Ini terbukti dengan sebagian besar mereka kembali melapor ke lapas rutan.

" Lumpuhnya penyelenggaran layanan, khususnya layanan makan serta kondisi hunian yang belum seutuhnya dapat dipergunakan, menjadi pertimbangan mereka tetap berada di masyarakat atau dekat dengan keluarganya, "imbuh Utami. 

Ditjen PAS akan mempertimbangkan situasi kedaruratan dan menentukan batas maksimal kepada para tahanan/narapidana sebagai komitmen menjalani tindak pidananya.  

Dirjenpas pertama perempuan ini mengambil langkah cepat bersama jajarannya, merespon situasi  darurat dampak gempa   

" Kami akan melakukan relokasi pembangunan seutuhnya di Rutan Donggala, karena seutuhnya tidak dapat berfungsi pasca pembakaran."  

Pemulihan bangunan tingkat berat akan dilakukan di Lapas Palu, tembok antar bangunan dan tembok luar yang roboh. Sedangkan pemulihan tingkat sedang dilaksanakan Rutan Parigi dengan  pembangunan tembok luar yang roboh. Pemulihan tingkat ringan dilakukan di Rutan Palu terhadap keretakan di bagian dalam.   

" Pimpinan wilayah telah melakukan koordinasi dengan pihak pemda dan kami berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan, BAPPENAS,  BNPB untuk dukungan  kebutuhan darurat dan upaya pemulihan, " jelas Utami. 

Pihaknya mengusulkan kepada Menteri untuk menetapkan  kondisi Pemasyarakatan di Palu dan sekitarnya sebagai Wilayah Darurat Gempa. 

Saat ini terdapat 15 UPT di wilayah Sulawesi Tengah dan 8 di antaranya terkena dampak gempa. Sedangkan jumlah hunian keseluruhan sebanyak 3220 orang narapidana dan tahanan, over  123 %. 

UPT yang berdampak gempa adalah Lapas Palu, Rutan Palu, Rutan Donggala, Cabang Rutan Parigi, Rutan  Poso, Bapas  Palu, LPKA Palu, LPP Palu  

" Kami juga akan melengkapi pendataan tahanan dan narapidana di luar situasi penyelamatan dari robohnya bangunan lapas dan rutan, serta menetapkan masa transisi sebagi respon situasi tanggap darurat, dengan himbauan wajib lapor sampai dengan dapat berfungsinya secara utuh layanan lapas dan rutan, " ungkapnya lagi.  

Untuk kepentingan pengendalian dan ketertiban keamanan lapas rutan, pihak wilayah dan lapas rutan bekerjasama dengan kepolisian dan TNI  

" Saya menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Palu dan sekitarnya. Terkhusus  keluarga besar Pemasyarakatan, petugas dan penghuni lapas rutan, mari kita kuatkan doa, bersama-sama kita bangun dan bangkit. Percayalah bantuan Tuhan YME akan selalu bersama kita," pungkas Utami.(nor)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI