Gubernur Sumatera Selatan Heran Plafon Stasiun LRT Rubuh Dihantam Angin

| Minggu, 28 Oktober 2018 | 14.46 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Gubernur Sumsel Herman Deru. Foto: Gubernur Sumsel
Mediaapakabar.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau langsung plafon stasiun light rail transit (LRT) Palembang yang runtuh. Herman Deru memastikan sejauh ini tidak ada kerugian negara.

"Negara sejauh ini belum ada dirugikan, kan ini masih tanggungjawab kontraktor karena pengerjaan belum selesai. Untuk yang lain ini saya baru mau check," kata Herman Deru saat meninjau di stasiun DJKA, seperti yang dilansir Detikcom, Minggu (28/10/2018).

Selain tak ada kerugian negara, Herman Deru mengaku belum mendapat laporan terkait angin yang menerjang beberapa fasilitas hingga rusak parah. Termasuk soal adanya kerusakan lain.

Namun dia menyebut saat terjadi angin kencang dan hujan deras, stasiun DJKA sedang ada pengerjaan tahap finishing. Pengerjaan dilakukan di eskalator serta tangga menuju stasiun. 

"Kita belum bisa kategorikan apakah ini angin puting beliung atau angin apa ya. Yang jelas angin kencang dan stasiun DJKA memang saat kejadian ini dalam tahap finishing. Ada pengerjaan," kata Herman Deru. 

"Tak bisa dikategorikan salah konstruksi dan salah perencanaan, angin ini datang tiba-tiba sangat kencang masuk dari kisi-kisi atau lubang angin," katanya lagi.

Pasca kejadian, plafon stasiun rusak kini telah mulai diperbaiki oleh kontraktor PT Waskita Karya. Bahkan dua Kementerian yang bertanggungjawab dipastikan akan datang dan melakukan perbaikan stasiun DJKA. 

"Segera diperbaiki, kebetulan sekarang ini kontraktor ada dan sedang bekerja. Besok tim dari Kementerian PUPR dan Kemenhub juga datang. Saya meminta agar cepat diperbaiki karena ini tempat naik turun penumpang di stasiun DJKA, jangan sampai pelayanan terganggu," tutupnya.

Tidak lama meninjau plafon stasiun LRT yang runtuh, Herman Deru pun langsung melanjutkan perjalanan. Dia rencananya akan meninjau sejumlah venue di JSC yang juga rusak. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI