Warga Histeris Mengiringi Evakuasi Dua Remaja yang Tewas di Kolam PT Sorik Marapi

| Minggu, 30 September 2018 | 16.19 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Proses evakuasi kedua korban dari dalam kolam penampungan air milik PT SMGP. Foto : istimewa
Mediaapakabar.com - Histeris warga mengiringi pengangkatan dua jenazah remaja korban tewas dari kolam atau penampungan air PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (29/9/2018).

Kedua korban adalah Irsanul Mahya (15) sekaligus yang pertama ditemukan di kolam dengan kedalaman sekira 9 meter tersebut. Selanjutnya, tak berselang lama korban lainnya Muhammad Musawi akhirnya ditemukan juga dengan kondisi tidak bernyawa.

Proses pencarian korban sejatinya tak mudah. Warga dan petugas bergantian mencari di kolam yang airnya pekat tersebut.

Usai diangkat Sabtu sore, keduanya dibawa ke RSUD Panyabungan untuk divisum.

Dari informasi yang dihimpun keduanya bermain di sekitar dan diduga terpeleset hingga tenggelam seperti yang dilaporkan Pojoksumut.com.

Sementara itu, insiden ini membuat marah tokoh masyarakat setempat.

Gong Matua, tokoh masyarakat Sibanggor kepada wartawan mengecam keras atas tenggelamnya dua remaja tersebut di kolam perusahaan yang sebelumnya pernah disanksi cabut izinnya karena masyarakat setempat tidak terima kedatangan perusahaan Panad Bumi atau KS ORKA itu. Namun, sayang izinnya kembali dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

“Ini bentuk kelalaian tidak ada penjagaan, tidak ada pengamanan kolam dibiarkan. Kita minta perusahaan bertanggung jawab,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Waka Polres Madina Kompol Tongku Bosar Pane menyebutkan akan melakukan penyelidikan. “Tetap kita lakukan penyelidikan,” ujarnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI