Tanti Masuk 21 Korban Tewas Bus Masuk Jurang di Sukabumi, Ini Firasat Sang Ibu Keluarga Korban

| Minggu, 09 September 2018 | 11.23 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Bus masuk jurang di Sukabumi. Foto: Facebook
Mediaapakabar.com - Salah satu keluarga korban kecelakaan bus yang masuk jurang di Sukabumi, Jawa Barat,mengaku mengetahui informasi kecelakaan itu dari media sosial Facebook. Arma (34) merupakan ibu dari Tanti Alawiyah mengaku sudah mendapat firatas akan kepergian anaknya, namun tak kuasa melarangnya.

Tanti Alawiyah (17) merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Arma seorang ibu rumah tangga dan Tatang (40) pekerja buruh serabutan. Hingga kini Arma mengatakan belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pihak berwajib perihal kondisi anaknya.

Arma dan Tatang mengharap kabar kondisi anaknya. Sementara tetangga berdatangan memberikan dukungan moril.

Menurut Arma, seperti yang dikutip dari Antara, Tanti berpamitan pada Sabtu, 8 September 2018, pagi untuk mengikuti acara kantornya ke Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

"Berangkatnya habis subuh jam 05.30 WIB, katanya acara kantor," kata Arman di rumahnya di Kampung Cimanggis, Mekarwangi, Kota Bogor. Arma menjelaskan, Putri sulungnya itu terpilih sebagai salah satu karyawan yang ikut kegiatan itu.

Arma mengaku mendapatkan firasat sebelum kepergian anaknya. Namun dia tidak kuasa melarang, karena Tanti cukup senang terpilih sebagai salah satu karyawan yang ikut rombongan jalan-jalan.

"Anak saya itu baru kerja lima bulan, bagian marketing. Dia lulus dari SMA Borces langsung keterima kerja," katanya.

Menurut penuturan Arma, kecelakaan itu diketahuinya pertama kali dari akun media sosial Facebook yang menampilkan informasi terjadinya kecelakaan bus di Sukabumi.

“Saya liat di Facebook ada kecelakaan itu, saya ingat ini bus yang ditumpangi anak saya," katanya sambil tersedu-sedu.

Tak lama kemudian, kata Arma, dirinya mendapatkan kabar dari teman kerja anaknya yang menginformasikan tentang kecelakaan, termasuk Tanti yang jadi korban. Berita yang dia dengar anaknya mengalami patah tulang dan dirawat di RS Sekarwangi, Sukabumi.

"Untung anak saya bukan korban meninggal dunia, tapi bagaimana keadaan anak saya, saya belum tau pasti," katanya menangis.

Tatang yang kelihatan bingung, dan cemas tidak bisa berbuat banyak sambil menunggu pagi datang."Kami belum tau alamat pasti rumah sakitnya, kami tidak berani jalan malam ini. Rencana besok pagi-pagi berangkat ke Sukabumi," kata Tatang.

Tatang dan Arma berencana mengendarai sepeda motor menuju Sukabumi untuk melihat kondisi sang anak.

Diberitakan sebelumnya, jumlah korban tewas kecelakaan mabus pariwisata di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat terus bertambah. Menurut catatan kepolisian, korban tewas akibat terperosoknya bus ke dalam jurang sedalam 25 meter itu mencapai 21 orang.

Rombongan bus yang mengangkut puluhan karyawan dealer motor Honda PT Catur Putra Group Bogor berencana akan berwisata ke lokasi arung jeram di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi dengan menggunakan empat minibus.

Namun, bus yang paling belakang dengan nopol B 7025 SAG dan mengangkut 31 orang dan 2 awak bus terperosok ke dalam jurang sedalam 25 meter. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI