Polres Nias Selatan Ungkap Dua Kasus Pembunuhan Keji, Pelaku Sempat Berkilah Korban Terjatuh

| Rabu, 12 September 2018 | 11.43 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Para tersangka pembunuhan di Polres Nias Selatan.
Mediaapakabar.com - Polres Nias Selatan (Nisel) mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di dua lokasi yang berbeda di Kabupaten Nisel.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F Napitupulu mengatakan, kasus pembunuhan pertama terjadi terhadap korban atas nama Talialulu Laia Alias ama Irama yang dilakukan tersangka B-L alias ama Relina (68) di Desa Koendrafo Kecamatan Lolomatua pada Senin (3/9/2018) pekan lalu.

“Awalnya, tersangka BL sempat berkilah kalau korban Talialulu Laia terjatuh saat hendak membongkar tenda pesta dan tertusuk pisau milik pelaku yang dibawanya saat membongkar tenda pernikahan anak pelaku yang telah usai digelar pada hari Kamis, (30/8/2018),” ujar Faisal via pesan whatsapp, Selasa (11/9/2018).

Namun setelah diinterogasi oleh petugas, lanjut Faisal, pelaku mengaku jika dialah yang menusuk punggung belakang bagian kiri korban dengan sebilah pisau.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung masuk ke dalam rumah. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban yang bersimbah darah ke Puskesmas Lolomatua.

“Setibanya di Puskesmas nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia,” papar Faisal seperti yang dikutip Pojoksumut.com.

Menurut keterangan pelaku, dia nekat menusuk korban karena sebelumnya sudah ada pertengkaran antara pelaku dan korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka saat ini ditahan di Polres Nias Selatan bersama barang bukti sebilah pisau bergagang kayu berukuran panjang kurang lebih 20 cm. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat (1) ke (3) KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Disebutkan Faisal, untuk kasus pembunuhan yang kedua terjadi terhadap korban Asonia Halawa alias Ama Niwa (43) warga Desa Sifaoroasi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan pada Agustus 2018 lalu.

Pembunuhan ini dilakukan oleh tersangka AH alias ama Rido (34) penduduk desa yang sama, dan saat ini juga sudah ditahan di sel tahanan Polres Nias Selatan.

Motif dalam kasus pembunuhan ini diduga karena korban telah melakukan pengancaman akan membunuh tersangka beserta keluarganya.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 Subs Pasal 338 Subs Pasal 351 ayat (1) ke (3) KUHPidana, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandas Faisal. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI