Para Stakeholder Di Desa Merupakan Kunci Kegiatan Anak

| Sabtu, 15 September 2018 | 15.07 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/Ist
Mediaapakabar.com-Para tokoh masyarakat, agama, adat, pengusaha dan pemuda 
merupakan stakeholder di desa dan menjadi kunci dalam menggerakkan kegiatan perlindungan anak berbasis desa..  

“ Mereka memiliki berbagai potensi bila digerakkan secara sistematis akan berkontribusi positif dalam pencegahan, penanganan maupun rujukan kasus kekerasan anak di desa,” ujar Nurlela, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sumatera, di Medan pada Sabtu (15/09/2018).  


Dihadapan 39 peserta dari 13 kabupaten yang mengikuti Pelatihan Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Nurlela berharap agar seluruh fasilitator yang telah dilatih tersebut setelah kembali ke kabupatn dapat berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memulai penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama empat hari pelatihan.

“ Rencana tindak lanjut agar dapat dikoordinasikan pelaksanaannya kepada pemerintah sehingga antara pemerintah dan aktivis masyarakat dapat berkolaborasi membentuk PATBM sehingga gerakan perlindungan anak di desa dilakukan secara terpadu” harap Nurlela yang didampingi Hafini, Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Dinas P3A.

Menurut Nurlela, potensi desa termasuk dana desa seharusnya lebih dimaksimalkan sehingga kualitas pencegahan kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak meningkat sehingga anak tidak menjadi korban.  

“ Pencegahan itu lebih baik dari pada menangani kasusnya, sehingga PATBM akan dibentuk di berbagai desa di 13 kabupaten akan berfungsi maksimal dalam melindungi anak,” ujarnya.

Menurut Afini, pelatihan fasilitator PATBM tingkat kabupaten tersebut dilaksanakan pada 12-15 September oleh Dinas P3A Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dengan fasilitator Misran Lubis dan Sulaiman Zuhdi Manik.

“Rencana kerja yang telah disusun tersebut nantinya akan dimonitoing oleh tim dari Dinas P3A Provinsi, sehingga dapat diukur ketercapain tujuan dan dampak PATBM di desa kepada perlindungan anak,” ujar Afini yang didampingi Suryadi, panitia pelaksana pelatihan. (Rel/Dani)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI