Panglima TNI: Jaga Nama Baik Bangsa

| Sabtu, 01 September 2018 | 07.59 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/Ist
Mediaapakabar.com-Setiap misi perdamaian PBB harus menjaga nama baik Indonesia, menjaga sopan santun dan menghargai budaya di wilayah tempat penugasan prajurit TNI.  

Demikian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada para wartawan usai upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Rapidly Deployable Battalion (RDBMission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (Monusco) Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-A/Congo dan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-K United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lapangan Canti Dharma, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor pada Jumat (31/08/2018).  

Menurut Panglima TNI, Satgas yang diberangkatkan Presiden RI Joko Widodo telah diberikan pembekalan terutama mengenal wilayah dan materi pelaksanaan penugasan sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian PBB.  

Dalam kesempatan tersebut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, juga menyampaikan Satgas RDB 
Monusco Konga XXXIX-A/Congo diberangkatkan dengan kekuatan 850 personil terdiri dari 644 personel TNI AD, 135 personel TNI AL dan 71 personel TNI AU dan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/UNIFIL beranggotakan 120 prajurit TNI AL yang mengawaki KRI Sultan Hasanuddin-366.  

Selanjutnya Panglima TNI menuturkan bahwa pemberangkatan kedua Satgas dalam rangka memenuhi target 4000 personel pemeliharaan perdamaian yang saat ini telah mencapai 3578 personel.  

“ Satgas RDB Monusco Konga XXXIX-A/Congo memiliki tugas utama mengamankan pemilihan umum di Kongo pada November 2018 dan untuk Satgas MTF TNI Konga XXVIII-K/UNIFIL bertugas melaksanakan pengamanan wilayah laut di Lebanon," kata Panglima TNI.   

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menambahkan, keistimewaan kedua Satgas tersebut terletak pada Alutsista yang digunakan merupakan buatan anak bangsa Indonesia seperti kendaraan tempur Anoa dan Komodo serta senjata organik adalah buatan dalam negeri. (***)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI