Menegangkan, Detik-detik Nelayan WNI Selamat 49 Hari Hanyut di Laut Hingga ke Jepang

| Minggu, 23 September 2018 | 16.57 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Nelayan Aldi Novel Adilang saat ditemukan di Perairan Guam terbawa arus/Facebook.
Mediaapakabar.com - Cerita Aldi Novel Adilang, 19 tahun, nelayan asal Wori, Minahasa Utara terbawa arus hingga ke Perairan Guam sangat menegangkan.

Pada pertengahan Juli 2018, Aldi tengah berada di di perairan berjarak 125 km dari pesisir utara Manado.

Ia terpisah dari kapal penangkap ikan lantaran tali rakit yang ia gunakan lepas. Saat itu angin bertiup kencang sehingga menyeret Aldi bersama rumah rakitnya ke arah lebih jauh.

Aldi merupakan penjaga lampu rompong (rumah raki di lautan) yang sehari-hari melaut untuk mencari ikan.

Namun ketika itu nahas, Aldi yang tak piawai membaca koordinat laut tak bisa menemukan kapal penangkap ikan yang ikut bersamanya di awal.

Pun sebaliknya kapal penangkap ikan juga kehilangan jejak Aldi.

Hari berganti hari hingga berminggu-minggu Aldi teroambang-ambing di lautan dengan bekal seadanya.

Berbekal HT, beras, air minum, dan energi listrik terbatas, ia harus bertahan hidup.



Bahkan ancaman binatang laut seperti hiu pun menghampirinya, namun Aldi masih bisa selamat.

Untuk bertahan hidup itu ia bahkan sampai harus memakan ikan mentah, dan terpaksa meminum air laut yang diperas dari baju yang dicelupkannya ke laut.

Untungnya malam hari turun hujan, ia masih bisa menampung air untuk minum.


Demi menghemat bahkkan ia mesti minum sehari tiga teguk saja. Energi listrik pun harus dihemat untuk penanda jika ada kapal kembali melintas.

Di tengah-tengah surviving itu, Aldi ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab yang ia bawa untuk menguatkan hatinya.

Terus menerus ia berdoa agar diberi jalan keselamatan.

Beberapa kapal melintas sempat membuat Aldi gembira lalu meminta pertolongan namun tak ada respon.

“Aldi ditemukan oleh kapal berbendera Panama, M.V. Arpeggio, pada 31 Agustus 2018,” seperti dikutip akun Facebook Indonesian Consulate General Osaka, Jumat (14/9/2018).

KJRI Osaka telah, menurutnya, menjemput Aldi pada 6 September 2018 di Tokuyama, Prefektur Yamaguchi, Jepang setelah kapal bersandar untuk memastikan Aldi dalam kondisi yang baik.

“Selanjutnya mengawal hingga mendapat izin kepulangan ke Indonesia dari otoritas imigrasi Jepang,” tulisnya.

Pada 8 September 2018, KJRI Osaka telah mendampingi kepulangan Aldi ke Manado dengan Garuda Indonesia melalui Tokyo.

Saat ini Aldi telah berkumpul dengan keluarganya di Wori, Manado, dan dalam keadaan sehat.

“KJRI Osaka mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penyelamatan hingga kepulangan Aldi dengan selamat ke Tanah Air,” ujarnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI