JUB Datangkan Para Alim Ulama Jawa-Sumatera Di Tabligh Akbar

| Sabtu, 08 September 2018 | 14.14 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/Ist
Mediaapakabar.com-Sebanyak 10.000 massa dari berbagai majelis taklim, ormas Islam dan santri berbagai pesanteren di Sumatera Utara hadir di Lapangan Benteng Medan mengikuti Tabliq Akbar oleh Jaringan Umat Islagm Bersatu (JUB) Sumatera Utara, ba’da shalat Jumat (07/09/2018).  

Massa dengan antusias mengikuti dan mendengar tausiah disampaikan para ustad kondang yang didatangkan dari Jakarta seperti, Ustad Solmed dan Ustad Fikri Haikal MZ serta dibarengi dengan lantunan lagu religi Hadad Alwi dan lantunan selawat dari grup Al Mastani.  

Sekitar 50-an kiyai dan habib pimpinan pesantren dari pulau Jawa dan Sumatera, yang sebelumnya hadir pada acara muzakarah dan silaturrahmi di Hotel Santika Medan.  

Ketua Dewan Pembina Muzakarah, Silaturrahmi Alim Ulama dan Tabliq Akbar, KH Syekh Ali Akbar Marbun mengatakan, kegiatan Tabliq Akbar umat Islam di Lapangan Benteng yang sebelumnya diawali dengan Muzakarah sekitar 300 Alim Ulama pimpinan pondok pesantren, cendikiawan, tokoh-tokoh ormas Islam serta para Kyai dan Habib dari pulau Jawa dan Sumatera ini diadakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.  


foto: apakabar/Ist
Selain itu, kata Syekh Ali Akbar, sebagai upaya untuk menghimpun buah pikir dan meminta masukan dari para alim ulama dalam mensikapi situasi bangsa yang saat ini sedang memasuki tahun politik.

Dalam muzakarah alim ulama itu menghasilkan tiga buah rekomendasi dibacakan Sekretaris Panitia Muzakarah dan Tabliq Akbar, M. Ikhyar Velayati Harahap, bersama Syekh Ali Akbar Marbun dan para Habib dari Surabaya, Bangil, Mojokerto, Tuban, Tulungagung, Yogyakarta, Bogor dan Jakarta. 


Adapun tiga rekomendasi itu yakni, Pertama: Negara RI merupakan hasil ijtihad dari alim ulama, kiyai dan habib diperjuangkan melalui tetesan keringat dan darah. 

Kedua: Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan hasil ijtihad para alim ulama Indonesia yang harus dikawal untuk mewujudkan negara makmur, baldatun thayibatun warabbun ghaffur. 

Ketiga: Menyerukan kepada seluruh Umat Islam di Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI dan menghindari adanya perpecahan umat dengan terus mengikuti arahan dan bimbingan para ulama. 

Ketua panitia, Aulia Hanif Parinduri mengatakan, pada acara silaturrahmi alim ulama sebelumnya diadakan diskusi secara paripurna dengan menghadirkan pembicara Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, mantan Rektor dan Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof Imam Suprayogo, Rektor UIN Sumut, Prof Saidurrahman Harahap dan Ketua MUI Medan Prof H Muhammad Hatta yang di moderatori M Ikhyar Harahap. 

Di acara itu juga dilakukan pemberian ulos kepada para kiyai dan habib dari pulau Jawa dan Jakarta, sebagai tanda ucapan selamat datang dan tanda ikatan silaturrahmi.  

Penyematan ulos kepada para kiyai dan habib dilakukan Syekh Ali Akbar Marbun, didampingi Ketua Panitia Aulia Hanif Parinduri dan Sekretaris Panitia M Ikhyar. 

Aulia juga menyatakan atas nama JUB, terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan ini hingga berjalan dengan sukses.  

Kegiatan Tablig Akbar berakhir sekira pukul 16.00 Wib dan jamaah membubarkan diri dengan tertib. 

Pada acara itu pihak panitia juga menyediakan layanan medis dan resceu. Kegiatan juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dibantu satuan dari Dandim 0201 DS.  (*/dani)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI