Fenomena Lubang Besar Di Tengah Sawah, Ini Kata PVMBG

| Minggu, 09 September 2018 | 11.51 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: Int
Mediaapakabar.com-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan fenomena lubang raksasa muncul di sawah warga di Kampung Legoknyenang RT 5 RW 2, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.   

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan gerakan tanah terjadi diperkirakan berupa amblasan membentuk lingkaran berdiameter 6 meter dengan kedalaman 6 meter. Terlihat juga retakan dibagian pinggir lubangnya.   

" Di bawah sawah ada saluran (terowongan) air sepanjang kurang lebih 50 meter yang struktur tanahnya sudah labil, karena rembesan air dari persawahan sekitarnya," kata Kasbani pada Sabtu (08/09/2018).   

Faktor lain, tambah Kasbani, karena sifat fisik batuan penyusun yang kurang kompak, mudah meluluskan air dan luruh jika kena air. 

" Sistem drainase yang kurang baik. Tata guna lahan berupa sawah yang jenuh air. Dan saluran air alami tidak mengikuti kontruksi teknis yang sesuai," paparnya.  

Dampak dari gerakan tanah tersebut juga membuat areal sawah rusak.  

Terkait kondisi daerah bencana, PVMBG mengatakan, secara umum daerah tersebut berada di kaki lereng Gunung Gede Pangrango dengan kemiringan lereng landai menengah.  

Berdasar Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi, daerah bencana, termasuk zona kerentanan gerakan tanah menengah.   

Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.   

PVMBG merekomendasi agar dibuat batas pengaman di sekitar terjadinya amblasan. 

" Saluran air yang masih tersisa agar dibuka atau dibuat kontruksi yang memadai," jelasnya.  

Ia pun mengimbau nasyarakat yang tinggal di sekitar lokasi amblasan selalu waspada, apabila amblasan meluas agar mengungsi ke tempat yang lebih aman. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan aparat pemerintah daerah setempat. (***)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI