Danrem: Militansi Harga Mati Bagi Seorang Militer

| Senin, 24 September 2018 | 17.19 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/Ist
Mediaapakabar.com-Danrem 023/KS  Kolonel Mohammad Fadjar memberi pengarahan kepada Prajurit, Pegawai Negeri Sipil Korem 023/KS dan jajaran. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Gupala Makorem Jalan Datuk Itam nomor 1 Kota Sibolga, Senin (24/09/2018). 

Diharapkan semua harus paham apa yang dilakukan sesuai dengan fungsi dan tugasnya. sehingga tanggung jawab sehari-hari dapat terlaksana dengan lancar. Tetap semangat untuk selalu berbuat yang terbaik bagi satuan. Sehingga muncul daya tahan dan tidak tergoda untuk melakukan pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun satuan.  
 
Selain itu Danrem juga berpesan agar jangan egois  untuk menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan orang lain, jangan coba coba berbohong, karena kebenaran dan kejujuran  merupakan sikap seseorang. 

Harapan Danrem prajurit jajaran  korem 023/KS militansi nya tetap baik, militansi yang baik itu  harus didukung oleh  disiplin, loyalitas,  pengabdian,  Jiwa pantang menyerah. 

" Militansi adalah harga mati bagi seorang militer.” kata Danrem.

Selain itu, Danrem juga menjelaskan perkembangan alusista negara super power dan negara yang  sedang berkembang untuk menggelontorkan dana keamanannya. 

" Ada dua kutub kekuatan militer yaitu Nato di bawah pimpinan AS dan Pakta Warsawa pimpinan Uni Soviet. Dua  kutub itulah masing masing menciptakan dan berlomba membuat senjata untuk mempertahankan kelompoknya maka terciptalah senjata nuklir, rudal , peluru kendali antar benua dan pangkalan militer," jelasnya. 

Mengakhiri pengarahannya Danrem 023/KS  Kolonel Mohammad Fadjar berpesan kepada  jajarannya agar selalu bisa merebut hati dan pikiran masyarakat. 

Sehingga Idiologi/paham/keyakinan tidak dikuasai pihak lain, karena saat inii ada perubahan paradigma peperangan yaitu Perang Informasi, Intelijen, Elektronika, Urat Syaraf/PSI, Hacker dan  Perang Proxy. 

" Inilah yang disebut dengan Perang Hibrida dan inilah yang menjadi ancaman bagi kita. Medan peperangannya adalah ruang darat, laut, udara, Cyber, Angkasa dan Persepsi. Tetapi kita harus tetap  semangat," pungkasnya. (Sbti )
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI