Bos Karet yang Tabrak Separator Busway Pakai Narkoba Seharga Rp 500 Ribu

| Minggu, 02 September 2018 | 07.34 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Rumah Franky, pengemudi mobil tabrak motor dan separator busway di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Foto: Kriminologi.id
Mediaapakabar.com - Franky, duda pengusaha karet yang menabrak separator busway di kawasan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat mengaku mengkonsumsi narkoba yang dibelinya dari pengedar di Bogor seharga Rp 500 ribu.

Serbuk putih itu dikonsumsi dalam mobilnya saat menunggu rekannya di lokasi parkir Taman Sari, Jakarta Barat.

"Dari hasil pemeriksaan tersangka memgaku membeli sabu-sabu Rp 500 ribu di kawasan Bogor, Jawa Barat," ucap Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Rango Siregar seperti yang dilansir Kriminologi.id, Sabtu, 1 September 2018.

Pengakuan itu disampaikan Franky saat polisi terus melakukan pemeriksaan intensif selama dua hari terakhir.

Dalam pemeriksaan itu, Franky mengaku membeli sabu-sabu itu beberapa hari sebelum insiden tabrak lari itu terjadi.

Akan tetapi, saat disinggung mengenai alasan Franky menunggu rekannya di lahan parkir itu, Rango menyebut belum mengetahui hal itu. Begitu pula saat ditanya siapa sosok teman yang ditunggu Franky.

Polisi berasalan hingga saat ini pihaknya masih mendalami keterangannya. "Alasan dia mengkonsumsi sabu-sabu itu karena sedang menunggu temannya jadi waktu menunggu itu dia mengkonsumsi sabu-sabu dulu," kata Rango.

Dari data dan pemeriskan hingga saat ini, Rango menyebut, Franky merupakan pencandu berat sabu. Sebab sosok Franky diketahui telah berulangkali menjalani rehabilitasi.

"Dia ini pecandu berat ya. Dari data kami yang bersangkutan sudah berulangkali menjalani rehabilitasi," ujar Rango.

Sebelumnya diberitakan, Polisi mengamankan Franky, pengemudi mobil yang menabrak separator busway di kawasan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat.

Setelah diamankan, polisi melakukan tes urine terhadap Franky. Saat polisi melakukan penggeledahan, di dalam mobilnya ditemukan benda-benda mencurigakan yang diduga terkait penggunaan narkoba.

Bahkan, pada mobil Nissan Grand Livina warna hitam dengan nopol B 1965 UIQ yang dikendarai Franky, polisi menemukan 3 butir obat kuat merk Lian Zhan Qi Tian, dan 4 butir obat penenang merk Esilgan Estazolam.

Selain itu juga ditemukan 2 tutup botol alat pakai narkoba jenis sabu, 2 plastik klip kosong bekas sabu, 1 buah pipet, alumiunium foil bekas pakai, korek api, dan sedotan. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI