3000 Warga Di 5 Kabupaten Sulteng Dan Sulbar Potensi Jadi Korban

| Sabtu, 29 September 2018 | 14.37 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: Ist
Mediaapakabar.com-Sekitar 300 Ribu warga 5 kabupaten di Sulteng dan Sulbar Potensi Jadi Korban. Hal itu sesuai pantauan alat Sesmigraf Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Palu, hingga pada Sabtu (29/09/2018) pagi, mencatat setidaknya sudah terjadi lebih 20 kali gempa dalam tempo 5 jam.

Skala gempa di kisaran 7,7 hingga 4,3 SR. Hingga Sabtu pagi, banyak warga melaporkan anggota keluarganya hilang, di Kantor polisi Mapolres Palu, di Jalan Pemuda, Besusu, puluhan warga melaporkan anggota keluaraganya hilang.

Pusat gempa ada di sekitar Donggala. belum ada kabar dari kabupaten berjarak 73,1 km sebelah timur Kota Palu, ibu kota provinsi Sulteng.

Donggala berpenduduk sekitar 301 ribu orang, dengan kepadatan penduduk 70,58 orang per kilo meter.

Setidaknya ada lima kabupaten di dua provinsi (Sulteng dan Sulbar) di sekitar Teluk Palu; Parigi, Parigi Mautong, Sigi, Toli-Toli, dan Mamuju Utara, Pasang Kayu di Sulawesi Barat.

Informasi dari Dandim 1418 di Sulbar, letkol Jamet Nijo, bandara Tanpapadang, akan jadi pusat kendali bantuan. 

" Informasi terakhir, puaat kendali bantuan dari sini," katanya kepada wartawan Tribun di Bandara Tampa Padang, Mamuju, sekitar 630 km dari Donggala atau 700 km selatan, Palu, lewat Jalur utara Trans Sulawesi.  

Rentetan gempa besar mulai tercatat pukul 14.00 wita dengan skala 5,9 SR. Dua gempa besar tercatat dua kali; pukul 17.02 Wita sore, dan pukul 17.32 wita.

" Aspal seperti berombak, Kita dipaksa jalan. Kalau dia kita seperti berjalan, kalau mau jalan harus merangkak," kata Wahid, warga Talise, menceritakan kejadian puncak gempa jelang magrib kepada sahabatnya Arif di Yogya, melalui sambungan selular XL pada Jumat (28/09/2018) pukul 21.21 wita.

Akses komunikasi dikabarkan putus total.Hampir 70% warga Palu, pakai Telkomsel. 
Listrik padam. Tiang listrik dan kabel putus. Akses komunikasi hanya hingga pukul 23.00 wita,

" Semua ponsel keluarga lowbatt," kata Arief Hoesan, warga Jalan S Parman, Palu, Sabtu (29/09/2018) pagi masih berada di Yogyakarta,ikut raker Asmindo.

Rina, Public Relation Telkomsel wilayah Sulawesi Maluku, Sabtu pukul 06.30 wita, mengatakan bamyak BTS dan power suplay antena BTS yang rusak akibat gempa. 

Belum ada laporan resmi jumlah korban jiwa. Pukul 23.21 wita, Relawan Rumah Peneleh, ada 7 korban jiwa. Dan puluhan korban luka.

Dilaporkan juga banyak warga yang dilaporkan hilang. Adi (18), warga Biromaru, sekitar 21 km dari Palu, yang kuliah di Univeritas Tadulako, dilaporkan hilang.

" Info terakhir, jam 11 malam masih belum pulang. Siang kuliah di Kota dan terakhir dikabarkan terjebak lumpur di sekitar Talise, pusat kota yang berjarak 150 meter dari garis Pantai Teluk Palu,

Firman, satpam pabrik kayu di Pantoloan, sekitar pelabuhan juga melaporkan anaknya hilang sejak sore.

" Saya lihat pagar pabrik rubuh, banyak rumah-rumah yang hanyut," jalan jalang aspal terbongkar," kata Arif, yang melaporkan kondisi pukul 19.00 wita. (rel)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI