Viral Aliran Sesat Bernama Kerajaan Ubur-ubur, Ternyata Ini Dibalik Arti Namanya

| Kamis, 16 Agustus 2018 | 10.19 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Aliran sesat kerajaan ubur-ubur. Foto: ist
Mediaapakabar.com - Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan adanya aliran sesat bernama Kerajaan Ubur-Ubur. Kelompok ini menganut aliran sesat di Serang. Tapi, itu diduga secara spontanitas. Hal ini karena ketika ditanya aparat polisi, oknum terkait kerajaan ini tidak mampu memberikan penjelasan.

“Sejauh ini kata Kerajaan Ubur-Ubur menurut mereka hanya spontanitas. Filosofinya apa, mereka tidak bisa menyampaikan,” ujar AKBP Komarudin, Kapolresta Serang, Rabu (15/9/2018).

Meski begitu, Komarudin menambahkan, mereka sempat mengaku jika nama itu diambil dari sifat hewan lunak itu.

Sebab, ketika ubur-ubur bersatu, maka bisa menjadi kekuatan yang sangat besar, bahkan mampu menenggelamkan kapal besar.

“(Kata mereka) kalau ubur-ubur bersatu itu bisa menenggelamkan sebuah kapal,” terangnya seperti yang dikutip dari Pojoksatu.id.

Banyak kegiatan Kerajaan Ubur-Ubur yang masih belum bisa ditafsirkan sesuai ajaran agama tertentu. “Untuk menerjemahkan kegiatan mereka cukup alot. Mereka cenderung tertutup,” ucapnya.

Selain 12 orang yang telah diamankan, Polresta Serang masih terus mendalami siapa saja anggota Kerajaan Ubur-Ubur ini.

Termasuk mencari tahu iuran yang diberikan oleh pengikutnya ke Aisyah, sebagai Ratu Kerajaan Ubur-Ubur.

“Masih kami dalami, menurut mereka tidak bisa dipastikan. Karena orang datang silih berganti, termasuk kami temukan dalam komunikasi di WA, hanya sebatas aktivitas kegiatan dan sumbangan,” katanya.

Pada dokumentasi dan barang bukti yang disita Polresta Serang, dari dalam rumah Kerajaan Ubur-Ubur, terdapat surat yang berisi mandat untuk mencairkan dana di sebuah bank.

Surat berkop Bank Griffin 1999 Birmingham Adolf Head Railway dibuat di Serang pada Juli 2018 tanpa tanggal.

“Dari dokumen yang dipelajari dan diskusi dengan tokoh agama, mereka salah menafsirkan ajaran agama,” kata AKBP Komarudin, Kapolresta Serang, Rabu (15/8/2018).

Melihat dari dokumen yang berhasil disita, terdapat satu buku bersampul hijau berisikan tulisan tangan yang sulit dimengerti. Dalam buku itu tertulis angka dan kalimat yang sulit dibaca.

Surat Pencairan Uang Kerajaan Ubur-Ubur
“Dari dokumen yang kami pelajari, sangat sulit memaknai tulisan yang dipelajari,” ujar Kapolresta.

Berikut isi lengkap surat pencairan uang di sebuah bank:

Bank Griffin 1999 Birmingham Adolf Head Railway

Serang … Juli 2018

Surat pernyatan Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Kapten Cba Indra Jaya

Jabatan: Pasi. Log Kodim 0422/LB

Sebagai pelaksana yang ditunjuk oleh Joko Widodo Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa:Berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Penjelasan mengenai tentang definisi dan pengertian. Yang dibawah di UU Bank Indonesia, serta Penggunaan rupiah (Rp) sebagai mata uang dan ketentuan penggunaannya.

Yang bernama Aisyah Tusalamah Bayduri Intani lahir pada Selasa Kliwon Hari ke-3 taangg 10-11-1981 jumlah 4 SAHsebagai M1 Pewaris Pancasila/PAN ISA3 Lambang 5.

Berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang. Mata uang.

Penjelasan mata uang sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh waraga negara Indonesia.

Yang bernama Aisyah Tusalamah Bayduri Intani lahir pada Hari Selasa Kliwon Hari ke 3 tangg 10-11-1981 SAH sebagai M1 pewaris Pancasila/PAN4 Lambang Dewi Sri pewaris SAH Mata Uang R.7 atau Rp (Rupiah)

Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa paksaan dari siapapun juga untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan apabila surat pernyataan ini tidak benar, maka saya siap bertanggung jawab sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Di stempel dan di tanda tangani oleh Kapten Cba Indra Jaya

Jabatan Pasi Log Kodim 0422/LB

Saksi yang menandatangani;

1) Nur Salim

2) Roman

3) Ahmad Cholis Zamzuri

4) Supardi

5) Sugeng Iswahyudi

6) Endang Sulastri

7) Soni

8) Ria Suyadi

9) Nurdin

10) Yazrian Muntaha

(hal/tipstren)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI