Usai CCTV Dibuka Oknum PNS yang Pukul Remaja SMP Hingga Berdarah Dijebloskan ke dalam Sel

| Sabtu, 25 Agustus 2018 | 11.13 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Aksi koboy oknum PNS saat berada di jalur tol
Mediaapakabar.com - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), inisial MA, yang terlibat kasus pemukulan terhadap seorang anak remaja di jalan raya semakin terkuak.

Polisi membuka rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang memperihatkan aksi sang koboy sang PNS.
Petugas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, MA, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kemenpora, pengemudi mobil Chevrolet Captiva yang dituduh telah memukul remaja berinisial RA (14) di Tol Jagorawi, Cibubur arah Jakarta, Rabu (22/8/2018) lalu, telah resmi ditahan.
"Sudah ya, sudah ditahan," kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/8/2018).
Nico melanjutkan, kepada polisi, MA mengaku bahwa dirinya memukul anak SMP tersebut secara sadar.
MA ditetapkan sebagai tersangka setelah keluarga korban melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada Rabu.
Sehari setelah peristiwa pemukulan tersebut, polisi meringkus MA. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap MA dan korban serta keluarganya.
Polisi juga mengamankan kamera CCTV dari lokasi untuk dijadikan barang bukti.
Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana mengatakan, rekaman kamera CCTV di lokasi tidak menunjukkan adanya rem mendadak.
"Kami sudah lihat CCTV-nya, (kata pelaku) karena si korban ini mengerem mendadak, cuma enggak ada rekaman CCTV-nya kalau ngerem mendadak, enggak terlihat di CCTV," kata Sapta di ruangannya, Kamis. 
Hotman paris
Hotman paris (kolase)
Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana mengatakan, alasan pengemudi Chevrolet Captiva memukul remaja berinisial RA (14) di Tol Jagorawi, Cibubur arah Jakarta, pada Rabu (22/8/2018), tak terbukti dalam rekaman CCTV.
Kepada polisi, pengemudi Captiva berinisial MA mengaku nekat memukul RA karena emosi perjalanannya terganggu akibat mobil yang ditumpangi RA melakukan pengereman mendadak.
"Kami sudah lihat CCTV-nya, (kata pelaku) karena si korban ini mengerem mendadak, cuma enggak ada rekaman CCTV-nya kalau ngerem mendadak, enggak terlihat di CCTV," ujar Sapta, ketika ditemui di ruangannya, Kamis (23/8/2018).
Menurut Sapta, hingga saat ini, polisi telah mengambil rekaman dari dua CCTV jalan tol sebagai barang bukti.
Saat ini, polisi telah mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Menyusul ditangkapnya pelaku, RA menyambangi Polda Metro Jaya bersama ibu dan dua saudara laki-lakinya. Sapta menyebut, pemanggilan RA dan keluarganya diperlukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan.
Diberitakan sebelumnya, Reza Achmad, kakak kandung RA, mengatakan, hidung adiknya berdarah akibat penganiayaan itu.
Peristiwa itu bermula saat Reza bersama ibu dan adiknya melintas di Tol Jagorawi dari arah Bogor menuju Jakarta.
Tiba-tiba, sebuah mobil di depannya mengerem mendadak.
Ia pun terpaksa harus mengerem mendadak.
Kondisi itu membuat pengemudi mobil Captiva di belakang mobil Reza juga harus mengerem mendadak.
Pengemudi Captiva tidak terima dan memberikan isyarat kepada Reza untuk menghentikan mobilnya dan terjadilah pemukulan itu. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI