Tewas Dibunuh Secara Keji di dalam Kamar Mandi, Cincin Istri Pejabat Dishub Raib Dirampok

| Senin, 27 Agustus 2018 | 13.15 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi
Mediaapakabar.com - Sri Banowati Ningsih (52), istri pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) yang ditemukan tewas beberapa waktu lalu di dalam kamar mandi rumahnya desa Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur diduga menjadi korban perampokan.

Cincin yang melingkar di jari Sri hilang.

Dugaan ini muncul berdasarkan olah tempat kejadian perkara atau TKP dan pemeriksaan kepada keluarga korban. Sri ditemukan tengkurap di depan kamar mandi rumahnya.

“Cincin yang sebelumnya digunakan sama korban itu sudah tidak ada,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo seperti yang dilansir Kriminologi.id pada Senin, 27 Agustus 2018.

Saat disinggung terkait uang tunai Rp 17 juta milik korban yang disimpan di dalam lemari juga turut digasak, Teguh menampik hal tersebut.

Pasalnya, dari hasil olah TKP, benda berharga milik korban yang hilang hanya sebuah cincin emas.

“Hanya cincin yang sebelumnya dipakai. Dari hasil olah TKP dan data yang sudah kita ambil, itu saja yang hilang,” ucap Teguh.

Teguh mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus menyelidiki kasus diduga pembunuhan ini dengan memeriksa belasan saksi. Sayangnya, ia enggan menjelaskan lebih rinci terkait hasil pemeriksaan itu.

Sri Banowati Ningsih ditemukan tewas di rumahnya yang terletak di Kelurahan Lawangan Daja, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Korban tewas dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya pada 29 Januari 2018.

Saat itu, suaminya, Mulyadi yang kembali ke rumahnya dari lokasi tempatnya bekerja mengetok pintu rumah sambil memanggil istrinya. Karena tak ada jawaban Mulyadi memanggil tetangga depan rumahnya, Humaidi.

Keduanya kemudian masuk bersama ke dalam rumahnya yang tidak terkunci.

Keduanya kaget melihat tubuh Banowati yang tengkurap tak bernyawa di depan kamar mandi.

Jasad Banowati banyak ditemukan luka lebam. Sementara itu, di sekitar lokasi terdapat rambut bekas dijambak yang menempel di tembok. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI