Proyek LRT Senilai Rp 13 Triliun di Kota Medan Diproyeksikan Rampung 2020

| Sabtu, 25 Agustus 2018 | 12.04 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Seorang pekerja tampak sedang mengerjakan proyek jalur layang kereta api di Medan. PT Railink saat ini dalam proses menyelesaikan tambahan track untuk penambahan frekuensi perjalanan menuju dan dari Bandara Kualanamu.
Mediaapakabar.com - Proyek pembangunan kereta rel ringan (Light Rail Transit/LRT) di Medan diperkirakan bakal menelan anggaran yang besar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Medan Wiriya Alrahman menyatakan, pembiayaan proyek ini hampir mencapai Rp13 triliun. Untuk itu, pembangunan proyek yang ditargetkan rampung pada 2020 mendatang ini struktur pembiayaannya lewat pemerintah pusat dan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) atau melibatkan investor.

“Struktur pendanaannya masih dibahas untuk dirumuskan berapa persentasenya. Namun yang jelas, dananya sebagian dari APBN dan KPBU,” kata Wiriya seperti yang dilaporkan Pojoksumut.com.

Meski begitu, Wiraya berharap kebutuhan investasi untuk proyek tersebut dapat diturunkan. Sebab, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta agar meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di rentang 40 persen sampai 60 persen. Nilai proyek yang hampir Rp13 triliun itu dihitung dengan asumsi TKDN sejumlah 28 persen.

“Harapan Pak Luhut supaya porsi pemakaian bahan dalam negeri bisa diperbesar, sehingga bisa saja angkanya diturunkan,” tuturnya.

Wiriya mengklaim banyak investor yang berminat menaruh uangnya di proyek LRT Medan. Hanya saja, dia enggan menyebutkan investor yang sudah berminat. Proses lelang rencananya akan dilakukan pada semester II 2019. “Saat ini penyusunan final bussines cause masih terus berproses dan sedang tahap finalisasi,” sebutnya.

Menurut Wiriya, dalam proyek ini Pemko Medan sebagai penanggung jawab di lapangan.

“Kita difasilitasi pemerintah pusat dalam hal anggaran oleh Kementerian Keuangan. Namun, kita meminta supaya struktur pembiayaan konstruksinya atau sarana prasarana seperti rel, rolling stock dan lainnya dibiayai oleh APBN,” terang Wiriya.

Sedangkan pemeliharaan dan operasionalnya, sambung dia, melalui KPBU. Sebab, apabila semua pembiayaan proyek ditanggung melalui APBD tentu Pemko Medan tidak sanggup karena tak mencukupi.

“Pembebasan lahan diupayakan tidak ada, karena memanfaatkan jalan-jalan yang ada saat ini dengan membuat jalur layang. Harapan kita tahun 2020 sudah mulai pembangunan,” tandasnya.

Diketahui, kajian sementara Pemko Medan, jalur LRT akan melintasi Stasiun Besar Kereta Api Medan, Jalan Williem Iskandar, Jalan M Yamin, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Setia Budi, Jalan Djamin Ginting, dan terakhir di Pasar Induk Laucih, Tuntungan. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI