Perlu Penanganan Khusus Bagi Anak Hadapi Bencana

| Minggu, 19 Agustus 2018 | 21.25 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto:apakabar/Ist
Mediaapakabar.com--Puluhan ribu anak korban gempa di 4 Kabupaten Provinsi Lombok membutuhkan penanganan khusus melalui pendekatan program kedaruratan Cerdas Tangkal menghadapi Bencana.  

Demikian Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak pada rapat koordinasi antar lembaga dan SKPD pemerintah Kabupaten Lombok Utara di Posko gempa di lapangan Desa Tanjung Lombok Utara pada Sabtu 18 Agustus 2018 dipimpin Komandan Penanganan Bencana Gempa Lombok Kolonel Achmad Rizal.

Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia bersama Immaculata Autism Boarding School (IABS) Indonesia, serta Istana Bocah Nusantara (IBN) dan PS MANNA HKBP Pasar Rebo Jakarta.  

Dalam keterangan Persnya bersama Kepala Badan Kesbang Kabupaten Lombok Utara di Posko dan Komandan Penanganan Korban Gempa Lombok Kolonel TNI Achmaf Rizal  di Media Center di Desa Tanjung menyampaikan, penanganan para anak korban gempa Lombok khususnya di daetah yang paling parah seperti di Desa Kahayangan, Pamenang,  Bayan dan Desa Tanjung diberbagai tempat pengungsian anak telah dilakukan sesuai dengan kemampuan pemerintah. 

Pemerintah telah melibatkan para pegiat dan relawan perlindungan Anak, psikolog dari TNI-Polri tergabing dalam HIMPSI, Kemensos serta  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kalangan Akademisi, institusi Agama seperti NU, Nuhammadyah dan Gereja seperti HKBP.

" Lembaga-lembaga ini diberikan kesempatan untuk berintetaksi dengan anak-anak korban di areal pengungsian utuk melakukan berbagai aktivitas bertalian hak anak atas pendidikan dengan membagikan alat-alat sekolah, bermain serta kegiataan pemulihan psikologis melalui kegiatan  Trauma Healing akibat dampak gempa," kata Kepala Badan Kesbangpol Lombok Utara.

Kolonel TNI Achmad Tizal, selain memberikan akses bagi anak ikut serta diberbagai program-trauma Healing dan kegiatan bermain lainnya, Posko Desa Tanjung  juga menyiapkan tempat pengajian bagi anak dan tempat ibadah. Bahkan perayaan 73 tahun Indonesia merdeka juga diberikan kesempatan kepada anak-anak diberbagai tempat pengungsian lomba-lomba kreativitas anak.   

" 24 jam prajurit saya perintah stanby di posko pengungsian Desa Tanjung dan tempat pengungsian lainnya untuk memberikan rasa nyaman bagi anak dan remaja",  tambah Kolonel Rizal.

Sementara Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dan sekaligus Ketua Tim Relawan Peduli Anak Kotban Gempa Kombok bersama Imaculata Dewan Komisioner Komnas Anak, mengapresiasi pelayanan  Posko Pengungsi Desa Tanjung  dan bagi pegiat, relawan perlindungan telah bersusah payah dan lelah dalam memberikan yang terbaik bagi Anak.

Dalam rapat kordinasi penanganan pengungsi lintas SKPD dan lembaga, menyampaikan  sesuai dengan ketentuan Konvensi PBB tentang Hak Anak dan UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU RI No. 33 tentang HAM serta Konvensi International Penangananan Brncana (disaster) perlu segera dibuat Pelatihan Kedaruratan bagi anak dan lansia selama dalam pengungsian.

" Anak-anak dan lansia diajarkan untuk tidak panik terhadap bencana gempa dan bencana lain, namun waspada dan cerdas menghadapi fenomena alam," ucapnya. (rel/dani)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI