Pengantin Wanita Terserang Kanker, Pasangan Ini Hanya 18 Jam Rasakan Jadi Suami Istri

| Selasa, 07 Agustus 2018 | 11.15 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Fatin Nursyahirah Yusuf dan Mohammad Saiful Azzam
Mediaapakabar.com - Kisah pilu pengantin baru Mohammad Saiful Azzam Mohmed (25) dan Fatin Nursyahirah Yusuf (24) menyita perhatian warganet. Pasangan ini hanya 18 jam jadi suami istri.

Fatin meninggal dunia di rumah sakit kurang dari 24 jam setelah ijab kabul. Saiful dan Fatin menikah pada Jumat (3/8/2018). Namun pada Sabtu (4/8/2018) Subuh sekitar pukul 05.30, Fatin meninggal dunia akibat kanker sarkoma stadium empat.

Kabar duka ini terungkap setelah kakak kandung Fatin bernama Mohamad Shukur (30) membuat postingan di Facebook pribadinya. Ia menceritakan tentang kepergian adiknya 18 jam setelah ijab kabul. Postingan itu membuat netizen meleleh.

“Fatin Nusyahirah didiagnosa menderita kanker stadium tiga pada Ramadhan tahun lalu. Meskipun didiagnosis menderita kanker, dia selalu berfikir positif,” ucap Mohamad Shukur yang ditemui Utusan Online di kediamannya.

“Terlepas dari kenyataan bahwa operasi pada September 2017 dan Februari lalu tidak terlalu positif, dia selalu yakin bahwa kanker di tubuhnya dapat diobati. Begitu juga dengan keluarga kami,” tambahnya.

Fatin Nursyahirah masih tercatat sebagai mahasiswi jurusan Geografi, Fakultas Sastra, Universiti Malaya. Di lingkungan keluarga, warga Kodiang, Kubang Pasu, Kedah Malaysia itu kerap dipanggil ‘kakak’.

Fatin Nursyahirah Yusuf
Menurut Shukur, Mohammad Saiful Azzam tetap menikahi Fatin meski mengetahui kondisi kesehatan adiknya itu sudah drop.

“Pada 3 Syawal ada upacara pertunangan antara saudara perempuan dengan pujaan hatinya yang dikenal selama lebih dari tiga tahun. Dia adalah Mohammad Saiful Azzam. Dia jatuh cinta pada saudara perempuannya sejak pertama kali bertemu di Penang Fair pada tahun 2015. Saiful bertekad untuk menikah dengan Fatin Nusyahirah,” katanya.

Selain Saiful Azzam, anggota keluarga, terutama orang tuanya memberi dukungan kepada Fatin Nusyahirah. Mereka berupaya mencari pengobatan alternatif untuk Fatin.

Mohammad Saiful Azzam kecup kening Fatin Nursyahirah
Mohamad Shukur mengatakan almarhum Fatin Nursyahirah seharusnya menikah pada 18 Agustus, namun dipercepat karena kesehatan anak keempat dari lima bersaudara itu telah menurun drastis selama seminggu terakhir.

“Setelah bertunangan, keduanya begitu bersemangat untuk membuat persiapan pernikahan, seperti memesan pakaian dan membeli barang-barang. Namun, sejak seminggu yang lalu, sadauara perempuan saya itu lumpuh dari perut bagian bawah, dan bahkan dia sering sesak nafas karena kanker yang menyerang paru-paru,” tambah Mohamad Shukur.

“Melihat situasi saudara perempuan saya, kami berbicara dengan keluarga mempelai pria tentang upacara pernikahan. Keluarga laki-laki setuju untuk mempercepat pernikahan dan keputusan itu ternyata memberikan sinar baru bagi saudara perempuan saya,” katanya.

Mohammad Saiful Azzam kecup kening Fatin Nursyahirah

Dikatakan Mohamad Shukur, kebahagiaan adiknya tidak berlangsung lama. Sebab dia harus dirawat di Rumah Sakit Jitra empat jam setelah menikah akibat kesulitan bernapas.

“Sekitar pukul 5.30 pagi (Sabtu) adikku menghembuskan nafas terakhir di sisi suaminya, ibu dan ayah, bibi dan aku. Meskipun almarhumah dan Mohammad Saiful Azzam menjadi suami istri tak sampai 24 jam, saya yakin saudara perempuan saya bahagia di akhir hidupnya,” pungkas Mohamad Shukur.
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI