Kronologi SPG Cantik Dibunuh, Diduga Dibakar Hidup-hidup dengan Kondisi Tangan Terikat

| Rabu, 08 Agustus 2018 | 09.38 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ferin Anjani.
Mediaapakabar.com - Warga Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendadak geger dengan penemuan sosok mayat perempuan, Rabu (1/8/2018) pagi kemarin. 

Sesosok mayat tanpa identitas dengan kondisi hangus terbakar itu ditemukan warga di kawasan hutan wilayah Desa Sendang Wates.
Sekujur tubuhnya hangus terbakar, sidik jarinya pun turut terbakar hingga sulit dikenali. Jasad tersebut pun sempat dimakamkan karena tak kunjung diketahui identitasnya.
Orang-orang yang tinggal disekitar penemuan mayat pun tidak ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Setelah polisi melakukan berbagai upaya mengungkap kejahatan keji ini, polisi pun berhasil mengungkap identitas perempuan malang tersebut, pada Minggu (5/8/2018).
Masyarakat dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan hutan wilayah Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (1/8/2018) pagi.‎ 
Penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan hutan wilayah Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (1/8/2018) pagi.‎ (KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO).
Berdasarkan bukti-bukti dan temuan di lapangan, penyelidikan tersebut mulai mengerucut bahwa korban adalah salah satu warga Semarang.
Hal itu juga setelah Polres Blora berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang, bahwa sebelumnya diketahui ada laporan orang hilang dengan ciri-ciri yang sama dengan mayat di Blora.
Melansir Kompas.com, perempuan tersebut adalah Ferin Anjani (21), warga RT04/RW 16, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. 
Polisi dari Polres Blora pun langsung mendatangi anggota keluarga Ferin Anjani.
Kapolres Blora AKBP Saptono menyampaikan bahwa identitas Ferin Anjani cocok dengan barang bukti berupa anting yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP)
"Setelah ditunjukkan anting yang dipakai korban, pihak keluarga mengenali dan mengatakan kalau anting tersebut milik korban," kata Saptono, Selasa (7/8/2018).
Selanjutnya melakukan lidik dan berhasil mengantongi identitas pelaku, dan mulai mengejar terduga pelaku. 
Dua hari berlalu, sang pelaku berhasil ditangkap Satreskrim Polres Blora di Semarang, Selasa (8/8/2018).
Pelaku bernama Kritiyan Ari Wibowo (30), warga asal Kecamatan Kunduran, Blora, namun ngekost di Tlogosari Wetan, Pedurungan, Semarang.
Berikut Kronologisnya
Dalam penyelidikan polisi, pria sadis ini ternyata berprofesi sebagai Manajer Front Office di sebuah hotel di Semarang, Jawa Tengah.
Di hadapan polisi, Kritiyan Ari Wibowo mengakui semua perbuatannya telah membunuh korban dengan cara dibakar terlebih dahulu. 
Kolase Foto Ferin dan Ari Wibowo
Kolase Foto Ferin dan Ari Wibowo (Internet)

Ferin Anjani dibakar saat masih hidup. 
Tangan beserta kaki korban diikat sebelum dibakar.
"Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar," kata AKBP Saptono.
Menurut Saptono, sebelum dibunuh, korban diajak tersangka kencan di salah satu kamar hotel di Semarang.
Selanjutnya gadis cantik itu tidak sadarkan diri dan dibawa ke Blora kemudian dibunuh .
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban dibakar dan dibuang tersangka di hutan jati Kawasan Kunduran Blora.
"Pelaku kemudian membawa korban menuju kawasan hutan di Blora dengan mengendarai mobil Honda Jazz pinjaman. Korban dibekap, diikat tangan dan kakinya. Nah, di lokasi kejadian, korban yang masih hidup disiram bensin satu liter dan dibakar. Setelah dipastikan tewas, pelaku kabur," jelas Saptono.
Kepada polisi, Kritiyan Ari Wibowo mengaku juga membunuh perempuan lain dan membakar jasad korbannya pada tahun 2011 silam.
Perbuatannya tersebut tidak terungkap selama 7 tahun.
"Dan ini juga setelah kita interogasi, pelaku ini melakukan hal yang sama pada tahun 2011, dengan motif mengambil mobil korban. Dengan TKP di Todanan yang dulu sampai sekarang belum terungkap itu," ujarnya. 
Pelakunya sama. Polisi menduga pelaku kembali mengulangi perbuatannya karena aksinya pada tahun 2011 tidak terungkap.
"Jadi karena mungkin dulu pernah melakukan hal yang sama, berpikiran seperti itu tidak bisa terungkap, jadi diulangi lagi dia (pelaku)," imbuhnya.
Dia menghabisi Ferin di sebuah kamar hotel di Kota Semarang, namun bukan di hotel dimana si pelaku bekerja sebagai Manajer Front Office
"Pelaku ini padahal kerjanya front office hotel lho, gajinya ya harusnya mencukupi, apalagi dia ini (lulusan) S1. Beda, hotelnya tempat pelaku kerja sama TKP dia membunuh korban ini beda hotel," kata AKBP Saptono.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, menyampaikan, indikasi korban dibakar hidup-hidup itu juga diperkuat dengan adanya hasil penyelidikan tim Labfor Polda Jateng.
"Korban dibakar hidup-hidup merujuk otopsi tim Labfor Polda Jateng. Pelaku mengakuinya juga," kata Heri. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI