Komit Basmi Premanisme, Polrestabes Ciduk Enam Tersangka

| Rabu, 29 Agustus 2018 | 21.10 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/persada 
Mediaapakabar.com-Sat Reskrim Polrestabes Medan, mengungkap kasus premanisme dari sejumlah pasar tradisional di Kota Medan. Enam tersangka ditangkap berikut menyita barang bukti berupa batu, kwitansi, stempel, uang diduga hasil pemerasan dan lain sebagainya.  

Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto didampingi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto saat ekspose kasus di Mapolrestabes Medan Jalan HM Said pada Selasa (28/08/2018) sore mengatakan, dua dari enam tersangka tersebut adalah, MR alias Ridwan (22) warga Deliserdang dan K alias Sena (59) warga Medan Tembung.  

“ Kedua tersangka ini terlibat kasus kekerasan secara bersama-sama atau melakukan perusakan di Pasar Aksara, Medan pada Rabu, 8 Agustus 2018 lalu,”  kata Agus.  

Menurut Kapolda, mereka melakukan perusakan terhadap bangku dan seng serta memancing keributan di TKP. 

Kemudian, sambung Agus, seorang lagi tersangka dengan inisial RS (40) ditangkap dalam kasus perusakan dan penganiayaan terhadap salah seorang pedagang di Pasar Ikan Lama, Jalan Perniagaan, Medan pada Sabtu (27/08/2018). 

Motifnya tersangka tidak senang kepada korban Andreas Wijaya (23). Ia lalu memaksa masuk ke dalam toko korban dengan cara menendang pintu toko. Tersangka lalu membuka pintu toko dan seketika itu ia menganiaya korban hingga babak belur.  

Kasus yang ketiga melibatkan tiga tersangka. Mereka melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap pemilik toko di Pasar Kapuas, Jalan Rahmadsyah, Medan pada Kamis, (02/08/2018).  

“ Modusnya, pelaku AR (34), FR (55) dan S (40) mendatangi toko korbannya Latif (42) untuk meminta uang operasional jaga malam. Namun ketika korban tidak bersedia menyerahkan uang jaga malam, para tersangka ini langsung melakukan pengancaman,” ujar mantan Kasat Reskrim Poltabes Medan (sekarang Polrestabes Medan) seraya mengajak masyarakat untuk segera melapor ke polisi bila melihat aksi kejahatan di sekitar tempat tinggalnya. (persada)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI