Kemarau Panjang Petani Di Karo Resah

| Kamis, 30 Agustus 2018 | 23.06 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto: apakabar/sbti
Mediaapakabar.com-Musim kemarau yang melanda di Kabupaten Karo mengakibatkan roda perekonomian masyarakat kian hari menurun. Sampai pada Kamis (30/08/2018) hujan tak kunjung turun hingga meresahkan petani. 

Akibat kekeringan itu, salah satu petani Desa Kuta Galuh Kecamatan Tiganderket bernama T Ginting ( 57 ) saat ditemui diladangnya mengatakan, tidak biasanya bulan Agustus begini. 

" Biasanya kalau sudah lewat 17 Agustus hujan ini terus menerus datang, tapi bulan kali betul betul sangat tidak terpredeksi. Makanya saya pun sudah pusing kali ini nak. Kol pun ditanam tidak jadi," katanya. 

Masih menurut dia, kalau dipaksakan pun ditanam sudah pasti tidak berarti. Karena kol yang ditanam pun sudah dua kali, pada kenyataanya sia-sia.  

" Mudah-mudahan awal bulan 9 ini nanti hujanlah, biar bisa tanam kembali kol ini tadi," harap Ginting

Lain lagi petani Desa Raja Payung Kecamatan Merdeka, Mada Sembiring ( 35 ) saat ditemui mediaapakabar.com di ladang miliknya mengatakan kalau ia lebih cocok musim kemarau ini.  

" Kalau kemarau begini cukup kita membeli air saja, jadi modalnya pun cuma ditambah untuk membeli air," ucapnya. 

Tapi, sambungnya, kalau musim hujan, modal kita pun harus banyak untuk pembelian insektisida harus dua kali lipat. Bahkan penyemprotan pun harus sekali satu hari.  

" Kalau tidak begitu tanaman tomat ini bisa habis meseng, makanya kalau saya pribadi mending memilih kemarau, apalagi dekat ladang kita ke jalan sana kita cukup beli air saja. Tapi kalau jauh ladang kita bang, enggak bisalah, "ucap Mada.   (sbti)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI