Ikrar Anak Bangsa: Siap Menjaga Ideologi Pancasila

| Rabu, 15 Agustus 2018 | 17.11 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
foto:apakabar/Ist
Mediaapakabar.com--Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sejumlah elemen lembaga lain yakni, Nahdlatul Ulama (NU) Labuhanbatu, PC GPA Alwasliyah, PC Pemuda Muhammadiyah Labuhanbatu, GAMKI, JKPP Indonesia juga dihadiri kelompok Cipayung Labuhanbatu HMI, GMKI dan GMNI mendeklarasikan diri dan menyatakan sikap melawan siapa saja mengganggu Pancasila sebagai ideologi bangsa. 

Hal itu terungkap dalam kegiatan 'Ikrar Anak Bangsa' menjelang Pilpres 2019 mendatang di Aula Lembur Kuring, Labuhanbatu pada Selasa (14/08/2018).  

Plt Ketua PCNU Labuhanbatu Ali Azhar Samosir menyatakan bagi Nahdlatul Ulama persoalan Pancasila sebagai Ideologi bangsa adalah final dan tak boleh dipertanyakan, karena menjadi dasar negara sudah disepakati pendiri bangsa yang didalamnya ada Nahdlatul Ulama dan elemen bangsa lainnya. 

Ditambahkannya, Sikap NU Labuhanbatu menjelang Pilpres 2019 menghargai perbedaan pandangan politik dan mengajak semua menghormati pilihan orang lain. 

" Dengan cara itu kita bisa menjadi bangsa yang besar dalam memahami demokrasi. bahwa perbedaan itu adalah rahmat Allah SWT," katanya. 

Menurutnya, perbedaan pilihan dan pandangan wajar dan menghimbau untuk senentiasa memandang bahwa siapun yang terpilih nanti adalah putra terbaik bangsa yang harus dihormati sebagi pemimpin bangsa Indonesia

Hal sama disampaikan Ketua Pemuda Gerakan Alwasliyah Labuhanbatu Hambali, bangsa ini telah melewati berbagai ancaman yang mengusik persatuan dan kesatuan bangsa, 

" Namun kita (bangsa Indonesia) mampu mengatasi ancaman tersebut dan kita tetap bersama-sama saling bergandeng tangan hidup berbangsa dan bernegara dalam bingkai demokrsi pancasila," ucapnya. 

Syafrizal, Sekretaris PD Pemuda Muhammadiyah Labuhan Batu, kita selalu istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai luhur yang terkandung pada Pancasila. Walau banyak kondisi yang belum mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan.  

" Dan masih adanya ketimpangan sosial di masyarakat Indonesia terkait Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," ujarnya. 

GAMKI, Erwin Barita Barus, Pancasila ideologi final yang merupakan hasil rembuk berbagai elemen bangsa dan sudah selayaknya kita menjunjung tinggi perbedaan. 

" Perbedaan itu harus dikelola dengan baik karna perbedaan itu adalah aset yang berharga bangsa Indonesia," pungkasnya. 

Ketua JPKPI Ali Ammar Siregar menyampaikan harapan agar pelajaran pendidikan moral Pancasila ( PMP ) dikembalikan menjadi mata pelajaran di dalam kurikulum pendidikan nasional demi mendorong pendidikan Pancasila sejak dini.

Ketua GMKI Labuhanbatu May Galingging memberikan penegasan kewajiban menjunjung tinggi 4 pilar kebangsaan. " Kita sebagai generasi milenial memiliki tugas menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi milinial jangan sampai tidak dimiliki oleh genersasi milenial," sebutnya.  

Ditambahkannya, Bahwa Pilpres hanya rutinitas 5 Tahunan demokrasi yang terpenting adalah persatuan dan kesatuan bangsa. Tegasnya

Sementara itu Ketua PMII Labuhanbatu Adam Jordan Simanjuntak, ideologi Pancasila adalah ideologi yang cocok dengan kultur, corak berkehidupan bangsa Indonesia yang majemuk, plural. 

" Sehingga kita mampu menikmati kemerdekaan hingga saat ini. Saya menyakini jika kita mencoba- menggantikan ideologi bangsa dengan ideologi lain akan terjadi kekacauan dan perpecahan," jelasnya. 

Menutup kegiatan Ikrar Anak Bangsa para organisasi menyepakati hasil rumusan yang disepakati bersama yang dibacakan Azlansyah Hasibuan Ketua PKC PMII Sumatera Utara terpilih.

Berikut Isi pernyataan Ikrar Anak Bangsa :
1.Setia lahir bathin pada Pancasila
2.NKRI harga mati
3.Persatuan dalam keberagaman, perbedaan pendapat dan pandangan politik menjelang Pilpres 2019 adalah bagian dari kekayaan demokrasi, tidak ada kebencian, fitnah, Sara dan adu domba.
4.Berangkul tangan dengan seluruh elemen bangsa menjaga dan merawat Indonesia Raya.
5.Siapa saja yang ingin mengganti Ideologi Pancasila dengan Ideologi yang lain maka berhadapan dengan kami. (dani)


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI