Ibu Lurah Pura-pura Mati, Selamat dari Usaha Pembunuhan Oknum LSM Bawa Kabur Uang Rp 60 Juta

| Jumat, 03 Agustus 2018 | 08.54 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami (53)
Mediaapakabar.com - Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi Wilujeng Esti Utami (53) baru saja mengalami tindak penganiayaan.

Dia ditemukan nyaris tenggelam di Sungai Sere yang berada di Dusun Sendangrejo, Kebondalem, Bangorejo, Banyuwangi, Selasa (31/7/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelakunya adalah Agus Siswanto, oknum LSM, warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban dijemput di kantor kelurahan oleh pelaku sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan mobil Hyundai silver untuk bertemu dengan Gus Maki, Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi dengan membawa uang tunai Rp60 juta.

Sebelumnya pelaku telah menyuruh temannya berinisial S untuk mengaku sebagai Gus Maki dan menelepon Ibu Lurah.
S, yang mengaku sebagi Gus Maki, mengatakan sedang butuh uang Rp60 juta.

Melansir Tribun Jatim, awalnya Agus menjemput Ibu Lurah menuju ke Pondok Pesantren Blokagung, tetapi Agus tidak ke lokasi.

Dia justru membawa korban berkeliling hingga ke Kalibaru.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawan mengatakan, dalam perjalanan, pelaku meminta korban menaruh tas yang berisi uang ke kursi belakang.

Namun, korban menolak hingga dipukul menggunakan palu yang telah disiapkan.

Pelaku juga memukul korban menggunakan pistol mainan.

Setelah dipukuli korban pura-pura mati.

Pelaku lantas mengikat kaki dan tangan korban serta menutup kepala korban menggunakan plastik.

Tubuh korban kemudian dibuang ke sungai.
Sementara tas ransel yang berisi uang Rp60 juta, kuitansi, dan surat pernyataan Agus yang telah meminjam uang Rp40 juta kepada Ibu lurah, serta sebuah ponsel dibawa kabur oleh pelaku.

Usai meminta tolong, korban dibawa warga ke puskesmas untuk mendapat perawatan.

Korban kemudian dijemput oleh keluarga malam itu juga.

Saat ini, pelaku telah ditangkap, polisi juga menyita beberapa barang bukti, di antaranya pistol mainan dan uang Rp60 juta di rumah pengasuh anak pelaku di kecamatan Srono.

"Saat ditangkap, pelaku sempat menyangkal, namun setelah dibeberkan barang bukti akhirnya dia mengakui. Tersangka ini salah satu oknum LSM," ujar Donny.

Sementara dikutip dari TribunJambi.com, Kapolres Banyuwangi mengatakan, motif penganiyaan itu karena pelaku ingin memiliki uang Ibu Lurah sebesar Rp60 juta. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI