Cawapres Jokowi Mengerucut ke Nama Mahfud MD, Ini Alasannya Kenapa Dia Dipilih Koalisi Parpol

| Kamis, 09 Agustus 2018 | 09.34 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Presiden Joko Widodo. Foto: Merdeka.com
Mediaapakabar.com - Teka teki siapa calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) nampaknya sudah mulai terbaca. Meski para parpol koalisi menutup rapat informasi itu, tapi para petinggi partai telah mengirim sinyal-sinyal sosok siapa cawapres Jokowi itu.

Semula, Jokowi menegaskan, kandidat cawapresnya ada sekitar 10 orang. Setelah itu mengerucut menjadi lima orang. Setelah terjadi pertemuan dengan ketum parpol di Istana, Bogor, pada 23 Juli lalu, Jokowi dan parpol koalisi sepakat menyerahkan sepenuhnya cawapres kepada Jokowi.

"Sepakat satu nama diserahkan kepada Pak Jokowi," kata Sekjen Hanura Herry Lontung Siregar saat ditemui di Gedung DPR, dua pekan lalu seperti yang dilansir merdeka.com.

Pendaftaran capres dan cawapres di KPU tinggal dua hari lagi. Pada 10 Agustus Pukul 00.00 WIB, KPU menutup pendaftaran.

Meskipun, aturan membolehkan KPU memperpanjang selama 14 hari jika pada masa normal yang sudah ditentukan, tak ada capres cawapres yang daftar, atau baru satu pasang yang mendaftar.

Sejumlah isyarat petinggi parpol koalisi diungkap di hari-hari akhir jelang penutupan pendaftaran. Ketum PPP Romahurmuziy misalnya, dalam akun Twitter-nya, menyatakan, sosok cawapres Jokowi sudah malang melintang duduki jabatan publik.

"Dia juga mewakili warna religiusitas ormas Islam terbesar di Indonesia serta sudah malang-melintang dalam aneka jabatan publik sejak reformasi. Dan yang pasti, seperti sudah saya tegaskan tidak akan keluar dari 10 nama yang saya pernah saya sampaikan Juli lalu. Siapa hayo. Selamat menebak," tulis Romahurmuziy, Rabu (8/8/2018).

Mahfud MD
Sejauh ini, ada tiga nama kuat cawapres Joko Widodo. Mereka adalah mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko, mantan Ketua MK Mahfud MD dan Ketua MUI Ma'ruf Amin. Jusuf Kalla (JK) juga sempat masuk, tapi terganjal aturan karena sudah dua kali menjadi wapres, meskipun aturan itu sedang digugat di MK.

Jika dilihat dari sinyal ini, Mahfud MD lebih memiliki pengalaman ketimbang dua calon lainnya. Mahfud pernah menjadi Plt. Staf Ahli dan Deputi Menteri Negara Urusan HAM (19992000). Dia juga pernah menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia, kemudian Menteri Kehakiman (20002001).

Dia juga merupakan Anggota DPR RI, menempati Komisi III dan Wakil Ketua Badan Legislatif (20042008). Juga menjadi Anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum HAM RI (sekarang).



petinggi parpol kirim sinyal sosok cawapres Jokowi 2018 

Selain jadi Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (20082013), dia juga saat ini menajat sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila bentukan Presiden Jokowi.

Sinyal tak cuma diberikan oleh Romahurmuziy, tapi juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Tiba-tiba, Lukman melalui Twitternya, menuliskan tentang kadar ke-NU-an seseorang.

"Hematku, ukuran ke-NU-an seseorang bukanlah diukur dari pernah/tidaknya jadi pengurus NU atau anaknya tokoh NU atau bukan. Mereka yang pikiran, perilaku, dan sikap keagamaan dan kemasyarakatannya sesuai Khittah NU, itulah orang NU," tulis Lukman.

Cuitan Lukman ini memang tak berkaitan dengan Pilpres 2019, tapi beberapa waktu lalu, sempat muncul perdebatan tentang kadar ke-NU-an seorang Mahfud MD. Mahfud disebut tak mencerminkan NU karena tak pernah menjadi struktur di organisasi terbesar Indonesia tersebut.



petinggi parpol kirim sinyal sosok cawapres Jokowi 2018 

Politikus PKB Dita Indah Sari yang sempat mempertanyakan kadar ke-NU-an seorang Mahfud MD. Sehingga kala itu, Dita melihat Mahfud sulit diterima jika jadi cawapres Jokowi.

"Pak Mahfud tak bisa disebut mewakili kalangan NU, yang merupakan unsur mayoritas dari umat Islam. Sehingga Pak Mahfud ini karakternya lebih akademisi, profesional. Sehingga manfaat politik yang bisa didapat Jokowi jadi minimal," kata Dita Rabu 11 Juli lalu.

Keyakinan Mahfud MD bakal dipinang menjadi cawapres Jokowi juga diungkapkan oleh Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal. Dalam tulisan singkatnya di Twitter, Sahal hanya mengungkap inisial.

"Insya Allah JKW-MMD," tulis dia yang juga merupakan aktivis Jaringan Islam Liberal ini.

Cuitan Sahal ini diretwit oleh 192 pengikutnya. Disukai oleh 647 netizen dan menuai beragam komentar hingga 132 tulisan. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI