Alotnya Godok Tiga Nama Cawapres Prabowo, Gerindra Bingung Bak Makan Buah Simalakama

| Kamis, 02 Agustus 2018 | 10.33 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Prabowo Subianto saat bersama pimpinan PKS. Foto: Liputan6.com
Mediaapakabar.com - Barisan partai pendukung Prabowo Subianto masih alot menggodok sejumlah nama untuk menjadi cawapres. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan sejauh ini ada tiga nama yang dibahas bersama calon partai koalisi yaitu PKS, PAN, dan Demokrat.

Fadli menyebut kalau dalam pembahasan, PAN mengajukan Ustaz Abdul Somad sebagai pendamping Prabowo.

"Dari PAN kalau enggak salah meng-endorse UAS. Tapi nanti kita bicarakan bersama-sama," kata Fadli di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta seperti yang dilansir Viva.co.id Rabu 1 Agustus 2018.

Ia menambahkan untuk PKS masih mengajukan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri. Adapun Demokrat masih ingin kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono.

Meskipun Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tak menyebut nama putra sulungnya itu, tapi AHY dianggap sebagai nama yang menonjol.

"Setahu saya tiga nama itu yang mengerucut dan menjadi pembicaraan di dalam partai. Sekarang jadi jauh lebih mudahlah untuk memutuskan itu. Saya yakin dalam waktu dekat ini kita akan mengerucut dan akan mengambil kesimpulan sesuai dengan waktu yang ada dari 4 sampai tanggal 10 Agustus," kata Fadli.

Kemudian, terkait hasil forum ijtima ulama juga menjadi usulan yang penting. Namun, dari dinamika politik saat ini, ia menegaskan memang sudah makin mengerucut ke tiga nama itu, termasuk AHY.

Sebelumnya, rekomendasi ijtima ulama memunculkan dua nama yaitu Ustaz Somad dan Salim Segaf Aljufri sebagai cawapres Prabowo.

Sepertinya bakal ada yang keluar dari koalisi karena nama yang diajukan masing-masing partai ternyata tidak menjadi pilihan cawapres Prabowo. Ini bak makan buah simalakama bagi Prabowo.

PKS dengan terang-terangan akan abstain dalam kontastasi Pilpres jika calonnya tak dipilih Prabowo.

 PKS membuka opsi abstain di Pilpres 2019 jika kadernya tak dipilih sebagai cawapres Prabowo Subianto. Partai Demokrat yang kini bergabung dalam koalisi Prabowo, menyebut itu adalah jurus dan taktik yang lumrah dilakukan dalam politik.

"Dalam lobi-lobi politik, apa yang disampaikan PKS itu lumrah, mengeluarkan jurus dan taktik. Lumrah dalam negoisasi politik. Memang harus gitu, tidak boleh nyerah," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean saat dihubungi detikcom, Rabu (1/8/2018).

Ferdinand mengakui, masih ada perbedaan pendapat di partai-partai koalisi Prabowo. Hal tersebut menyangkut cawapres untuk mendampingi sang eks Danjen Kopassus.

"Memang masih ada perbedaan pendapat di cawapres, tidak mudah menyelesaikannya," kata Ferdinand.

Meski begitu, dia yakin PKS pada akhirnya tidak akan abstain dan tetap masih berada di koalisi ini. Ferdinand pun mengimbau partai-partai koalisi menyerahkan keputusan cawapres kepada Prabowo.

"Dari pada berlarut-larut kita serahkan ke Pak Prabowo saja. Sampai sekarang isu yang jadi bahasan cawapres, kalau debat-debat terus tidak akan tuntas karena semua partai ingin kadernya jadi wakil," ucapnya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI