Video Detik-detik Anies Disoraki Pendukung Ahok Saat Resmikan Revitalisasi Lapangan Banteng

| Kamis, 26 Juli 2018 | 10.30 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Gubernur Anies meresmikan Lapangan Banteng yang revitalisasinya dimulai saat zaman Ahok, Rabu (25/7/2018) malam. Foto: Facebook
Mediaapakabar.com - Pendukung Ahok (Ahoker) berkemeja kotak-kotak meramaikan peresmian revitalisasi Lapangan Banteng, Rabu (25/7/2018) malam.


Mereka berkumpul di tribun atas sebelah kiri dan menyerukan nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Pak Ahok! Kangen Pak Ahok!" kata salah satu pendukung saat peresmian.
Bahkan saat Anies berpidato menyebut kronologi revitalisasi Lapangan Banteng yang diresmikannya, pendukung Ahok berteriak.
Mereka protes Anies tidak menyebut nama Ahok Djarot sebagai orang yang merencanakan dan memulai revitalisasi Lapangan Banteng yang kini megah seperti yang dilansir Kompas.com.
Video protes ini tersebar di media sosial.
''Siapa yang bilang, siapa yang bilang. Ahok yang ngerancang...''teriak beberapa orang.
Sorak sorai semakin kencang terdengar seiring berjalannya acara.
Saat Jakarta Concert Orchestra dan The Resonanz Children's Choir tengah membawakan lagu "Anak Kambing Saya", kelompok berkemeja kotak-kotak turut bersorak sorai dan mengganti liriknya.
"Mana di mana... Bapak Ahok saya, Bapak Ahok saya ada di Mako Brimob...," lantun mereka.
Tak lama, mereka juga menbentangkan spanduk bertuliskan "Terima Kasih Basuki-Djarot atas karya revitalisasi Lapangan Banteng".
Kegaduhan mereka membuat Satpol PP, kepolisian, hingga tim gubernur bergerak ke atas menghampiri mereka.
Salah seorang polwan meminta mereka untuk tenang dan tidak membuat keributan.
Usai berdiskusi, mereka menurunkan spanduk itu dan tidak lagi bersuara. Namun, mereka sempat beberapa kali kembali meneriakkan nama Ahok.
"I love you, Ahok!" sahut mereka.
Spanduk pendukung Ahok di revitalisasi Lapangan Banteng, Rabu (25/7/2018).
Spanduk pendukung Ahok di revitalisasi Lapangan Banteng, Rabu (25/7/2018). Foto: Kompas.com




Peresmian dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama pihak swasta yang mendanai revitalisasi Lapangan Banteng.
Bagaimana respons Anies?
Ia  menanggapi santai keberadaan pendukung Ahok dalam peresmian revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018) malam.
Anies mengatakan, kedatangan mereka adalah haknya sebagai warga Jakarta.
"Oh, setiap warga memiliki hak yang sama untuk menikmati tempat ini," kata Anies di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu malam.
Anies berharap Lapangan Banteng dapat menjadi tempat interaksi warga dengan berbagai perbedaan.
"Mudah-mudahan tempat ini jadi interaksi semua dengan latar belakang apa pun, pandangan apa pun," ujarnya.
Ini video Anies disoraki pendukung Ahok:




Jam Air Mancur
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Djafar Muchlisin mengatakan, jam operasional Lapangan Banteng akan dibatasi.
Pada Senin sampai Jumat, Lapangan Banteng hanya akan dibuka hingga pukul 22.00.
"Untuk operasional, ini tentunya kami batasi, artinya bahwa di dalam rangka pengamanan tentunya. Hari Sabtu-Minggu beroperasi sampai pukul 23.00 atau 24.00," ujar Djafar usai peresmian, Rabu (25/7/2018).
Ia mengatakan, atraksi air mancur menari akan digelar tiap Sabtu dan Minggu.
Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan air mancur menari dan laser dengan durasi waktu 15 menit setiap pertunjukan.
Lagu yang akan mengiringi pertunjukan, yaitu Bagimu Negeri, Tanah Air, Indonesia Pusaka, Surilang dan Yamko Rambe Yamko.
Air mancur akan dinyalakan tiga kali, yakni pukul 18.30, 19.30, dan 20.30.
Pertunjukkan air mancur menari saat peresmian revitalisasi lapangan Banteng di Jakarta, Rabu (25/7/2018). Pemprov DKI Jakarta secara resmi membuka kawasan lapangan Banteng yang telah direvitalisasi untuk dapat diakses oleh masyarakat
Pertunjukkan air mancur menari saat peresmian revitalisasi lapangan Banteng di Jakarta, Rabu (25/7/2018). Pemprov DKI Jakarta secara resmi membuka kawasan lapangan Banteng yang telah direvitalisasi untuk dapat diakses oleh masyarakat(ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Adapun revitalisasi Lapangan Banteng dimulai sejak Maret 2017 dan menelan biaya mencapai Rp 77 miliar.
Dana ini berasal dari kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan (KLB) PT Sinar Mas Teladan. Perusahaan itu memiliki kewajiban menata segmen Monumen Pembebasan Irian Barat dan area sisi selatan.
Kemudian ada Rahadi Santoso dan Irma Rahadi Santoso yang mebayar kompensasi KLB dalam bentuk pembangunan pagar lapangan olahraga.
Serta ada corporate social responsibility (CSR) dari PT Rekso Nasional Food dalam yang memperbaiki fasilitas lapangan olahraga serta penyediaan area bermain anak-anak.
Ini video air mancur Lapangan Banteng Jakarta: 
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI