Tragedi Karamnya KM Sinar Bangun, Pemkab Samosir Evaluasi Besar-besaran Kunjungan Wisman Anjlok

| Kamis, 05 Juli 2018 | 12.14 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Wisatawan saat mengunjungi Danau Toba. Foto: Ist
Mediaapakabar.com - Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan evaluasi besar-besaran pascatragedi karamnya KM Sinar Bangun pada Senin (18/6/2018) lalu. Dinas Pariwisata mengakui, geliat pariwisata menurun drastis setelah tragedi nahas itu.

Kepala Dinas Pariwisata Samosir Ombang Siboro mengatakan, kejadian Kapal Karam itu begitu memukul geliat pariwisata. Pihaknya tidak menampik, ada regulasi yang tidak berjalan.

"Keadaan ini menjadi momentum untuk mewarning semua. Jadi cermin besar kita untuk berkaca. Sebenarnya ini seperti apa. Itu sudah disadari pelaku pariwisata dan sektor terkait," kata Ombang, Rabu (4/7).

Pada minggu lalu, lanjut Ombang, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan stakeholder pariwisata dan melakukan pembahasan langkah perbaikan pariwisata. Pihaknya juga berkomitmen untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang ada di Samosir.

"Kita ingin menunjukkan kepada dunia, kita tidak mau terpuruk. Kita harus bangkit," katanya seperti yang dilansir Metro Online.

Khusus soal penanganan perhubungan ataupun tranportasi danau dan darat, pihaknya juga akan menggelar rapat pada hari ini. Pemkab Samosir akan mendesak agar ada perbaikan pelaksanaan regulasi dan kewenangan yang ada di sana.

"Setiap dermaga utama itu ada syahbanda yang berkuasa untuk mengontrol. Karena selama ini terabaikan," katanya.

Mereka juga mendorong agar ada perbaikan dermaga di Samosir. Ombang ingin, dermaga yang ada harus berwajah pariwisata. Selama ini dermaga-dermaga yang ada di Samosir memang hanya untuk sebatas sebagai tempat bersandarnya kapal angkutan barang dan orang.

"Kita ingin dermaga yang multilevel. Yang sekarang ini kan cuma satu level. Hanya untuk kapal besar. Yang boat dimana? yang sampan dimana," tukasnya.

Kedepan, kapal-kapal angkutan yang ada di danau Toba juga akan disertifikasi. Standar operasinya juga harus digalakkan.

"Harus ada audit menyeluruh dari hulu hingga hilir. Jadi kalau ada yang salah, bisa tau itu tanggung jawab siapa. Jadi jelas. Sekarang mereka (pengusaha kapal) mau diatur. Mereka mau mengikuti semua aturan dan harus berlaku sama. Semua juga konsisten," pungkasnya.

Akibat dari tragedi KM Sinar Bangun, even Horja Bius di Samosir juga harus diundur. Ombang mengatakan, masyarakat di Tomok, Samosir ingin menghormati bencana yang baru terjadi. Terdekat, Pemkab Samosir akan menggelar Samosir Music Internasional pada 28 agustus mendatang.

Sebelumnya, KM Sinar Bangun karam di rute perjalanan Pelabuhan Simanindo-Tigaras karena kelebihan muatan dan cuaca buruk. Proses evakuasi berjalan selama 16 hari.

Total korban yang selamat dalam tragedi itu sebanyak 21 orang. Tiga orang ditemukan tewas dan 164 orang masih hilang. Operasi sudah ditutup pada Selasa (3/7).

Kasus karamnya KM Sinar Bangun juga menyeret lima tersangka. Satu nahkoda dan 4 pegawai Dinas Perhubungan Samosir. Satu diantaranya Kepala Dinas Perhubungan Samosir berinisial NS. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI