Susu Kental Manis Beresiko Diabetes Buat Anak, BPOM Berlakukan Empat Aturan Tegas

| Kamis, 05 Juli 2018 | 12.30 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi susu kental manis
Mediaapakabar.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa produk yang diklaim sebagai 'susu kental manis' ternyata tidak mengandung susu.
Setelah tahap penyelidikan BPOM, produk susu kental manis terbukti tidak mengadung susu, namun produk tersebut mengandung gula yang cukup tinggi.
Padahal, produk tersebut kerap menampilkan iklan bahwa susu kental manis dikonsumsi anak-anak sehingga hal tersebut seolah menjadi alternatif dari susu bubuk yang lebih mahal.
Melalui Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada Mei 2018, BPOM memberikan aturan ketat terkait peredaran susu kental manis, yaitu:
a. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun.
b. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.
c. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.
d. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.
Dilansir dari Kompas.com, BPOM menyebut jika susu kental manis dapat meningkatkan resiko diabetes dan obesitas pada anak-anak karena kadar gulanya yang tinggi.
"Sebagai sumber energi iya, tetapi sangat tidak baik apabila energi anak bersumber dari gula," kata Dr.Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, seorang dosen Gizi Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta, Minggu (6/5/2018).
"Tubuh punya toleransi tertentu dan penelitian menjelaskan, konsumsi gula lebih dari 10% energi total akan berisiko penurunan sensitivitas insulin yang kemudian memicu hiperglikemia (kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal) dan memicu risiko diabetes," tambah Rita.
Rita menambahkan jika seorang anak minum dua gelas per hari susu kental manis, maka anak tersebut mendapat asupan gula yang melebihi porsi wajar.
"Jika kemudian seorang anak minum susu dari susu kental manis sebanyak dua gelas per hari, seperti anjuran gizi seimbang, maka asupan gulanya sangat melebihi dari pembagian makan sehari yang seimbang untuk anak, ini saya sayangkan sekali," kata Rita.
Selain diabetes dan obesitas, asupan gula secara berlebihan akan merusak gigi pada anak-anak.
"Anak-anak yang suka konsumsi gula tinggi dalam bentuk susu dan tidak langsung membersihkannya, maka akan memicu caries dentis (gigi karies). Penelitian tentang ini sudah banyak di jurnal kedokteran," katanya. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI