Sikapi Hasil Pilgub Sumut, Djarot Legowo Beri Kesempatan Edy dan Ijeck Memimpin Sumut

| Senin, 09 Juli 2018 | 10.59 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus. Foto: Tribun Medan
Mediaapakabar.com Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat mengajak para relawan bersatu dan menghormati apapun pilihan rakyat Sumatera Utara.

Ucapan tersebut disampaikan Djarot saat memberi sambutan di hadapan para relawan, dalam acara silaturahmi dam doa bersama yang diselenggarakan di Jalan Cipto Medan.
Terkait hasil pilkada yang tak berpihak kepadanya, suami Happy Farida itu mengatakan bangga dengan hasil tersebut, serta bersyukur Sumut tetap aman.
"Kita telah berjalan pada relnya, kita tidak melakukan politisasi SARA, money politics maupun hoaks," katanya, Minggu (8/7/2018).
Djarot sempat berseloroh terkait pengalamannya bertemu sang relawan yang tidak terima dengan hasil pemilu.
"Dia datang ke rumah saya, kemudian bilang tidak bisa tidur. Dia meminta saya untuk tidak stress, wah salah itu, saya ajak dia sarapan bersama untuk makan sukun dan syukurlah semangat lagi, kita harus tetap semangat," ungkapnya.
Di ujung acara Djarot mengajak semua kalangan mengawal hasil pemilu dan tetap menghargainya. "Mari kita beri kesempatan Pak Edy dan Pak Musa untuk memimpin Sumut, tugas kita adalah kawal," tegasnya. 
Melansir Inews, Djarot mengungkapkan di depan para relawan bahwa kontestasi Pilgub Sumut saat ini sudah selesai. Namun, kata Djarot, revolusi belum selesai. 
"Ingat revolusi belum selesai, ketika masih ada rakyat yang tinggal di gubuk reot, masih ada ketidakadilan di sana-sini, maka revolusi belum selesai," tandasnya. 
Revolusi dimaksud, kata Djarot, yakni revolusi mental yang harus digalakkan di tengah rakyat. Menurut dia, hal tersebut patut diperjuangkan di 2019 nanti, menjadi program andalan Joko Widodo ke depan. 
"Kita akan perjuangkan Jokowi untuk dua periode, kemenangan nanti bukan untuk kita saja tapi seluruh rakyat Indonesia," katanya. 

Karena itu, Djarot  mengajak segenap relawan mengawal Sumut ke depan terutama pembangunannya. "Kita patut bangga, keta berjuang atas dasar nilai kebenaran, kita berjuang atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Saya dan Sihar bersaudara, dia sudah seperti adik saya," ucap Djarot sambil merangkul pendampingnya tersebut. 

Djarot juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan, kader dan simpatisan yang telah berdiri bak batu karang melawan ombak yang menghampar-hampar selama proses pilgub. "Saya juga prihatin ustaz-ustaz yang mendukung saya tidak diizinkan berkhutbah. Ketika saya bertanya kepada beliau (para ustaz) ternyata beliau-beliau tidak kecewa serta menyesal. Islam sungguhlah rahmatan lil’alamin," ungkapnya. 

Djarot juga mengungkapkan hakikat kekuasaan. "Kekuasaan bukanlah tujuan, kekuasaan adalah sarana, jalan yang akan kita gunakan untuk memberantas kemiskinan, kebodohan, korupsi serta narkoba mari kita kawal orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk kekuasaan," ucapnya. 

Terkait hasil rekapitulasi suara Pilgub Sumut yang menunjukkan kemenangan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Edy-Ijeck), suami Happy Farida itu mengaku bangga dengan hasil tersebut, serta bersyukur Sumut tetap aman. 
"Kita telah berjalan pada relnya, kita tidak melakukan politisasi SARA, money politics maupun hoaks," katanya. 
Karena itu, Djarot mengajak semua kalangan untuk mengawal hasil pemilu dan tetap menghargainya. "Mari kita beri kesempatan Pak Edy dan Pak Musa untuk memimpin Sumut, tugas kita adalah kawal," tandasnya.(AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI