Saat Disekap Anak yang Jadi Korban Penculikan Debt Collector Nyaris Diperkosa

| Minggu, 08 Juli 2018 | 12.04 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Siswi SMP disekap kelompok debt collector karena tunggak bayar cicilan motor tiga bulan. Foto: Facebook Polda Metro Jaya
Mediaapakabar.com - Seorang siswi SMP berinisial R nyaris menjadi korban pemerkosaan sekelompok debt collector.

Peristiwa tersebut terjadi saat gadis berusia 14 tahun tersebut disekap karena telat membayar cicilan sepeda motor selama tiga bulan.

Kapolsek Palmerah Kompol Aryono mengatakan, RI disandera kelompok debt collector di salah satu kantor perusahaan leasing di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat, 6 Juli 2018 malam.

Ia mengungkapkan, sebelumnya seorang ibu bernama Nining (42) mendatangi Polsek Palmerah menjelang Maghrib pada Jumat malam. Nining, yang saat itu datang sudah dalam kondisi menangis, mengaku anaknya disekap sekelompok debt collector.

Seperti yang dilansir Kriminologi.id, usai mendengar kejadian tersebut, Polsek Palmerah langsung melakukan penggerebekan di perusahaan leasing tersebut. Saat disatroni polisi, para debt collector dan karyawan perusahaan leasing itu langsung kocar kacir.

"Saat kami datang, RI tengah menangis di salah satu ruangan," ujar Kompol Aryono yang memimpin langsung penggerebekan itu, seperti dikutip dalam laman Facebook Polda Metro Jaya, Minggu, 8 Juli 2018.

Dari kejadian itu, polisi mengamankan sembilan orang. Mereka diamankan untuk dimintai keterangan. Sementara lima debt collector masih diburu petugas.

"Pelaku ada lima. Kami kejar malam ini. Ini sangat meresahkan, apalagi korbanya anak di bawah umur," tegas Kompol Aryono.

Sementara itu, saat ditemui di Polsek Palmerah, RI masih tampak shock. Kelopak matanya tampak lebam. Baju dan roknya terlihat sudah kusut, dia nyaris diperkosa dalam peristiwa nahas tersebut.

Terkait sepeda motornya yang disita kelompok debt collector, Nining mengakui memang memiliki tunggakan cicilan selama tiga bulan. Namun ia tidak terima cara yang dilakukan pelaku. (AS)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI